Pulau Punjung – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat mengimbau kepada seluruh masyarakat daerah itu untuk memperhatikan kesehatan ternak pada tradisi “bantai” jelang bulan Suci Ramadhan 1436 H.

“Selain kesehatan harus diperhatikan juga apakah hewan yang akan disembelih tidak merupakan ternak betina yang masih produktif,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya, Yose Sudarso di Pulau Punjung, Jum’at (12/6).

Tradisi “bantai” (menyembelih) hewan Kerbau atau Sapi merupakan salah satu budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sumbar menjelang bulan Suci Ramadhan, khususnya nagari atau desa yang ada di Kabupaten Dharmasraya.

Ia menerangkan, kesehatan hewan merupakan hal penting saat melakukan tradisi bantai oleh masyarakat, jangan sampai menyembelih dalam keadaan sakit.

“Kesejahteraan hewan adalah hal yang paling penting,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga harus memperhatikan apakah menyembelih hewan betina produktif atau masih memiliki kesempatan untuk berkembang (beranak) saat tradisi bantai mendatang.

“Masyarakat lebih baik memperhatikan secara detail kesehatan dan produktivitas hewan,” imbaunya.

Ia mengatakan, selaian mengimbau, pihakyan juga akan menurukan tim untuk berkoordinasi dengan panitia pelaksana di setiap nagari yang akan melakukan tradisi bantai.

“Kami akan tinjau secara langsung terkait proses tradisi bantai,” kata dia.

Menurutnya masyarakat selama ini masih membeli hewan ternak di lingkungannya masing-masing pada tradisi bantai, untuk itu tim ini nantinya akan memastikan stadar hewan yang memenuhi ketentuan untuk bisa disembelih.

Ia menambahkan, pemerintah mengapresiasi dan mendukung kegiatan tradisi bantai karena ini merupakan salah satu budaya masyarakat Sumbar yang harus dipertahankan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nagari Sipangkur, Kecamatan Tiumang, Dharmasraya, Ibnu Hasyim (56) mengatakan Nagari Sipangkur selama ini rutin malaksanakan tradisi budaya bantai.

Untuk itu ia menyambut baik upaya yang akan dilakuakan pemerintah karena selama ini masyarakat juga tidak terlalu memperhatikan hal itu, tambahnya.

 

[Ant/ Oleh MR Denyta Utama]