Payakumbuh,BeritaSumbar.com-10 hari terakhir Ramadhan, kaum Muslimin mulai memadati masjid-masjid di Payakumbuh untuk beri’tikaf. Tepat pada Kamis malam (15/06) merupakan hari pertama dimulainya i’tikaf di bulan Ramadhan 1438 H. Usai shalat tarwih, para jamaah tetap berdiam diri di masjid. Ada yang tilawah Qur’an, shalat malam, dan ada yang beristirahat tidur untuk bangun kembali dini hari nanti guna melaksanakan qiyamullail.

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah. Beberapa masjid di Payakumbuh sudah menggelar program itikaf ini beberapa tahun terakhir. Ada masjid Muslimin Labuah Baru, Masjid Wustha, Masjid Ausat Subarang Betung, Masjid Mukhlisin Daya Bangun dan seterusnya. Bahkan Masjid Ittihad di Padang Sikabu Lampasi baru mulai mengadakan i’tikaf perdana tahun ini. Nampaknya kesadaran umat Islam di Payakumbuh untuk melaksanakan i’tikaf di akhir Ramadhan mulai menyebar sampai ke pelosok Kota.

Mantan Lurah Padang Sikabu, Hepi menyampaikan ke media ini bahwa Masjid Ittihad Padang Sikabu Lampasi mulai menggelar program i’tikaf perdana tahun ini.

“Program I’tikaf ini bisa terlaksana karena keinginan kuat dari masyarakat maupun jamaah untuk melaksanakannya. Sehingga infaq untuk konsumsi sahur bisa digalang karena semangat jamaah untuk menghidupkan sunnah i’tikaf ini,” ujar Hepi yang juga sumando urang Padang Sikabu.

Sementara itu Masjid Muslimin Labuah Baru harus membatasi kuota jamaah yang akan beri’tikaf full sebanyak 60 orang saja. Ini menandakan besarnya antusiasme jamaah untuk melaksanakan i’tikaf.

“Bagi yang ingin beri’tikaf di waktu malam saja, juga boleh tanpa dibatasi asal melapor ke panitia sehingga jumlah konsumsi sahur bisa terpenuhi,” ujar Ust Eko, Imam Masjid Muslimin Labuah Baru.

Pilihan masjid untuk beri’tikaf sepertinya juga dipengaruhi oleh faktor imam shalat malam (qiyamullail). Seperti pengakuan Ilham, warga Piliang yang memilih beri’tikaf di Masjid Ausat Subarang Betung. “Di sana imam qiyamullailnya Ust Kadyarman,” ujarnya. Ust Kadyarman memang dikenal sebagai Ustadz yang terkenal bagus suaranya di Payakumbuh. Kadang bisa seperti Sudais, Ghamidi, bahkan Mishari Rashid. Suaranya yang indah menambah kekhusyuan dan kesahduan jamaah dalam beribadah.

Sementara itu Dayat, warga Daya Bangun lebih memilih beri’tikaf di masjid Mukhlisin karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya. “Insya Allah sahurnya di sini juga disediakan. Untuk imam shalat malam adalah Ust Zoni Juniyatul Hidayat Al hafizh. Mahasiswa Universitas Madinah,” ujar Dayat(arie)