Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Setiap lebaran Idul Fitri tiba,ada tradisi disetiap nagari yang ada di Kecamatan Kapur IX yang masih lestari sampai saat ini. Yaitu Manjalang Niniak Mamak.

Seperti yang digelar anak nagari Muaro Paiti Kapur IX pada Jumat 07/06. Dimana seluruh niniak mamak,alim ulama,cadiak pandai,bundo kanduang,pemuda/i,serta seluruh lapisan masyarakat ikut bergabung dan memeriahkan kegiatan ini. Acara ini dimulai dari arak iriang atau biasa di sebut “baaghak” sepanjang kampung sampai nanti menuju rumah/istano tempat acara dipusatkan.

Sampai di rumah gadang/Istano yang didaulat sebagai tuan rumah, rombongan disambut dengan tari Pasambahan dan Silat tradisi oleh Dubalang.

Baru dilanjut dengan dengan Silaturahmi saling sapa dan salam tangan dengan saling berucap permohonan maaf.

Silaturahmi ini dilakukan segala unsur yang ada di Kenagarian ini. Mulai dari pemerintahan nagari,niniak mamak,alim ulama,cadiak pandai,bundo kanduang,pemuda/i serta seluruh masyarakat yg ada di nagari Muaro Paiti.

Setelah itu Niniak Mamak 4 Suku Gadang Yang ada di Nagari Muaro Paiti memulai pidato adat. Para niniak mamak ini akan malega kato ( Seperti berbalas pantun) antar pasukuan dalam mengajak mengunyah sirih ( Sombah Siriah). Hal utama dalam sebuah kegiatan. Sirih pinang wajib ada sebagai pembuka acara.

Setelah sombah siriah selesai, ada acara yang sangat dinanti nanti para hadirin yang hadir di Istano tersebut, yaitu Makan Bajamba. yang mana Jamba ( Talam berisi nasi dan sambal) dibawa oleh kaum ibu/Bundo Kanduang Nagari Muaro Paiti.

Panjat Pinang menjadi Acara penutup acara tradisi manjalang Niniak mamak tersebut. Seluruh lapisan masyarakat boleh ikut dalam acara hiburan ini.

Walau sempat diguyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat masyarakat Nagari Muaro Paiti untuk meramaikan dan mensukseskan acara Manjalang Niniak Mamak sampai usai.

Arak iriang manjalang Niniak Mamak merupakan salah satu tradisi di Nagari Muaro paiti Khususnya Kapur IX umumnya yang masih terjaga sampai saat ini. Dan ini merupakan kearifan lokal yang harus kita jaga, cerita Rahmatullah Hafizt anak Muda nagari ini yang eksis memposting setiap kegiatan di kampungnya di dunia maya.

Tradisi manjalang Niniak Mamak ini sangat bermanfaat buat menjalin dan meningkatkan hubungan silaturahim ditengah masyarakat saat ini. Saling memaafkan bahkan untuk lebih mengenal mana yang dunsanak dan handai tolan. Apalagi anak nagari yang lahir dan besar dirantau hanya punya waktu pulang kampung saat lebaran saja, tutup Rahmatullah Hafizt kepada BeritaSumbar.com Jumat 7/6 sore.(red)