Padang – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut merilis konsumsi Bahan Bakar Khusus (BBK) atau pertamax dan pertalite di Sumatera Barat meningkat selama arus mudik Lebaran 1438 Hijriah. Sedangkan, konsumsi premium dan solar untuk kendaraan mudik mengalami penurunan.

“Sejak Satgas hingga H+5, kami mencatat konsumsi pertamax naik 39 persen per harinya,” ujar Area Manager Communication & Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika Minggu 2 Juli 2017.

Normalnya, kata dia, konsumsi pertamax mencapai 144 kiloliter per hari. Selama Lebaran 2017 meningkat menjadi 201 kiloliter per hari. Lonjakan tertinggi terjadi pada H-1 atau 24 Juni 2017, dengan konsumsi 331 kilometer liter atau naik 129 persen.

Bahan bakar jenis pertalite di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan tertinggi pada H-1 Lebaran dengan peningkatan 81 persen. Menurutnya, normalnya penyaluran hanya 899 kiloliter perhari, saat Lebaran naik menjadi 1.630 kiloliter.

“Selama satgas tanggal 10 juni hingga kini, penyaluran Pertalite di Sumatera Barat naik rata rata 32 persen atau menjadi 1.185 kiloliter per hari dari normal 899 kiloliter per hari,” ujarnya.

Fitri mengatkan peningkatan konsumsi bahan bakar kendaraan di Sumatera Barat telah diprediksi dan menjadi wilayah kedua terbesar setelah Jawa Tengah. Permintaan konsumen di jalur mudik dan lokasi wisata mendominasi lonjakan konsumsi di Sumatera Barat, seperti di Kota Padang, Pesisir Selatan, Payakumbuh dan Padang Panjang.

Naiknya konsumsi pertamax dan pertalite menyebabkan turunya konsumsi solar dan premium pada masa satgas Idul Fitri 1438 H. BBM jenis Solar mengalami penurunan sekitar 16 persen dari 1.065 kiloliter perhari menjadi 897 kiloliter perhari.

Sedangkan, produk Premium, juga mengalami penurunan hingga 11 persen dari normalnya. Meskipun, kata dia, Pertamina telah melakukan penambahan pasokan premium.

“Konsumsi premium justru turun konsumsinya jika dihitung rata rata normalnya. Ada beberapa kabupaten yg naik seperti di Kabupaten Mentawai dengan konsumsi normal 17 kiloliter perhari menjadi 21 kiloliter perhari, Kota Padang Panjang 18 persen, dari 11 kiloliter perhari menjadi 13 kilolitr perhari, Kabupaten Tanah Datar dari normal 45 kiloliter perhari naik 9 persen menjadi 49 kiloluter perhari,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat Amran mengatakan arus balik Lebaran 2017 sudah mulai terurai sejak Rabu malam, 28 Juni 2017. Sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada akhir masa cuti bersama pemerintah, yaitu pada 1-2 Juli 2017.

“Arus balik tahun ini terurai, karena arus balik sudah mulai terlihat sejak Rabu kemarin,” ujar Amran, Sabtu, kemaren.

Amran mengatakan volume kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor, yang melintasi Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan perbatasan Sumatera Barat-Riau, sudah meningkat sejak Rabu malam. Begitu juga dengan arus balik di jalur lintas tengah Sumatera yang sudah mulai terlihat meningkat. (***)