Pariaman – Rombongan Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang mengunjungi Pulau Kasiak yang terletak di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), untuk menanam 25 ribu bibit terumbu karang jenis Acropora.

“Penanaman bibit terumbu karang ini perlu dilakukan demi menjaga kelestarian ekosistem bawah laut serta seluruh biota yang hidup di Pulau Kasiak,” kata Wakil Komandan Lantamal II Padang Kolonel Laut PM Widhy Sutedjo, di Pariaman, Minggu.

Didampingi Komandan Batalion (Danyon) Marinir Pertahanan Pangkalan (Marhanlan) Lantamal II Padang Letkol Marinir Wahyu Herawan, Widhy mengatakan, penanaman terumbu karang dan penyelamatan ekosistem perairan laut merupakan program yang dilaksanakan secara nasional oleh TNI AL.

TNI AL menargetkan menanam satu juta terumbu karang di seluruh Indonesia dan salah satunya di Pariaman.

“Kegiatan ini akan secara terus-menerus dilaksanakan oleh jajaran TNI AL di seluruh Indonesia. Untuk Sumbar sendiri luas area terumbu karang mencapai 1,4 hektare dengan jumlah subtrat atau media tanam sebanyak 50 ribu bibit,” terangnya.

Ia meneruskan, lokasi penanaman terumbu karang sendiri meliputi Pulau Kasiak Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, dan Muaro Duo.

Ia menambahkan, penanaman terumbu karang tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian alam bawah laut serta bisa memperkaya hasil laut.

“Jika terumbu karangnya tumbuh baik maka ikan-ikan yang ada akan berkembang biak di sekitar terumbu karang dan tentunya hal tersebut akan menguntungkan kita semua terutama para nelayan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan penyelamatan terumbu karang di Pulau Kasiak.

Ia juga turut bergabung dengan para marinir Angkatan Laut memasang transplantasi terumbu karang di sustrat atau media yang disiapkan untuk menanam terumbu karang.

“Ini merupakan suatu kegiatan yang harus kita apresiasi secara bersama, karena dengan adanya penanaman terumbu karang akan membantu perkembangan ekosistem bawah laut di Pulau Kasiak,” katanya.

Ia mengatakan, penanaman 25 ribu bibit terumbu karang jenis acropora di sekitar Pulau Kasiak akan semakin meningkatkan kualitas ekosistem yang ada.

Ia juga berharap kegiatan penanaman terumbu karang tersebut dapat memperbaiki dan menyeimbangkan ekositen pulau.

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu setempat, Citrha Aditur Bahri menyebutkan ekosistem yang ada di pulau tersebut saat ini memang sudah mengkhawatirkan dengan terjadinya kerusakan terumbu karang.

Ia menambahkan, kerusakan terumbu karang tersebut disebabkan oleh dua faktor, tangan manusia dan faktor alam.

“Kerusakan oleh manusia ini cukup mengkhawatirkan. Mereka yang datang berwisata ke sini terkadang tak jarang mencabut dan merusak terumbu karang yang ada,” kata dia.

Ia menyebutkan, selain ulah tangan manusia penyebab kondisi iklim juga turut mempengaruhi namun kerusakan tersebut, menurutnya, lebih dominan karena manusia yang tidak bisa menjaga alam.

“Pada 2013 silam kita bersama tim juga telah melakukan penanaman terumbu karang jenis acropora sebanyak 250 di beberapa titik, namun sayangnya usaha tersebut hanya bisa berhasil sekitar 10 persen,” ujarnya.

Di akhir kegiatan tersebut, rombongan juga melakukan aksi pembersihan pantai dan pelepasan puluhan anak penyu untuk tetap dilestarikan habitatnya.

 

[Ant/Oleh Altas Maulana]