Oleh: Irsyad Syafar (Tokoh Minang)

Separo malam yang mencekam di Turki. Upaya kudeta yang kesekian kalinya berlangsung tengah malam tadi. Untuk menumbangkan kekuatan yang terus menerus membela Islam dan kaum muslimin. Tapi, alhamdulillah kudeta sepenggal malam itupun gagal total. Hampir saja tikungan tajam sejarah terjadi di turki. Yang akan membuat mayoritas kaum muslimin berduka, dan kaum sekuler serta kekuatan barat berpesta. Tapi Allah menjaganya.

Sebuah pelajaran besar dari peristiwa kudeta turki ini. Pelajaran militansi dan loyalitas. Jutaan rakyat turki jam 1 malam turun ke jalan, menguasai bandara, menghadapi tank-tank tentara pro kudeta dengan badan dan dada. Ini merupakan buah kerja yg sangat besar.

Masjid-masjid mengumandangkan adzan di tengah malam. Membangunkan kaum muslimin. Dalam hitungan menit jutaan org sdh dijalan menolak kudeta… Sebelum shubuh kudeta berhasil dilumpuhkan. Subhaanallah, Militansi dan loyalitas… berbalut pertolongan Allah.

Awal-awal kejadian kudeta, media-media barat lantang mengabarkan kudeta. Termasuk berita pengambil alihan kekuasaan dan persiapan UU baru. Namun saat tanda-tanda kudeta menunjukkan kegagalan, para tentara pemberontak mulai tertangkap, beberapa menlu negara eropa dan petinggi AS langsung menyampaikan kutukan terhadap kudeta.

Seandainya kudeta berhasil, pastilah bahasa mereka akan bertukar: “Kami mendukung keinginan rakyat turki…”

Semoga Allah terus menjaga pemimpin Turki dan rakyatnya yang setia.