Payakumbuh – Komunitas Seni Intro Payakumbuh mengadakan pertemuan dengan sastrawan se-Sumatera Barat bertajuk “Silaturahmi Sastra Sumbar” di Payakumbuh, Sabtu.

“Gagasannya, untuk menghimpun sastrawan Sumbar dalam satu kegiatan, merajut kembali tali silaturahmi sekaligus ajang berbagi terkait perkembangan sastra hari ini dan ke depan,” kata “pentolan” Komunitas Seni (KS) Intro Payakumbuh, Iyut Fitra dihubungi melalui telepon dari Padang, Sabtu.

Menurutnya, “out put” yang diinginkan dari pertemuan tersebut adalah sebuah pemahaman bersama, apa yang harus dilakukan agar kesastraan di Sumbar makin menggeliat di kancah nasional maupun internasional.

Dia menilai, dari segi individu, tidak ada masalah yang berarti di Sumbar. Dari tahun ke tahun, ada saja sastrawan Sumbar yang diundang ke ajang bergengsi seperti Ubud Writers and Readers Festival di Bali.

“Untuk tahun ini, sastrawan Deddy Arsya terpilih mewakili Sumbar,” katanya.

Namun, menurutnya, itu mungkin belum cukup. Harus dimaksimalkan bagaimana sumbar atau Minangkabau sebagai wilayah budaya, terus menanamkan sastra sebagai sentral kehidupan.

“Ini adalah kelebihan kita dibanding daerah lain,” katanya.

Walaupun bertajuk “Sastra Sumbar”, namun kegiatan ini bakal dihadiri juga oleh sejumlah aktivis seni dan teater yang tersebar di beberapa kampus maupun lainnya.

“Selain Intro, Ranakustik, Nan Tumpah, Teater langit, Teater Langkah (Unand), Teater Imam Bonjol (IAIN), Oase (UNP) dan beberapa komunitas lainnya juga sudah konfirmasi untuk hadir,” ujar Fariq, penyair muda Sumbar yang juga turut membantu jalannya acara ini.

Sedangkan undangan kepada penyair sudah dilakukan oleh Iyut Fitra melalui jaringan pribadi dan media sosial. Ia berharap, yang diundang dan tak terundang dapat menghadiri acara ini.

Silaturahmi Sastra Sumbar tersebut akan dimulai Sabtu(6/6) pukul 16.00 WIB. Selain diskusi dan musikalisasi puisi, Komunitas Seni Intro juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam “wakaf buku” yang diperuntukan bagi Pustaka Payakumbuh Membaca.

Dia mengatakan, Pustaka Payakumbuh Membaca (PPM) yang telah diresmikan oleh Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi pada 4 September 2013, merupakan respon aktif dari Komunitas Seni Intro dalam melihat kondisi masyarakat terutama generasi muda yang mulai jauh dari buku.

Terhitung sudah lebih dari 700 buku yang tertata rapi di Pustaka tersebut meliputi sumbangan-sumbangan dari berbagai pihak yang peduli, tambahnya.

 

[Ant/Agung Pambudi]