Publik olahraga dan warga kota  Payakumbuh berduka. Tokoh masyarakat setempat, Drs. Yunir Yalri, dipercaya dua periode menjabat  Ketua Umum KONI Payakumbuh itu, meninggal dunia dalam usia 69 tahun. Mantan Pamong Senior dan Camat teladan tersebut,  menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr. Adnaan WD, Sabtu (9/11), sekitar pukul 07.00 WIB. Jenazahnya dikebumikan di makam keluarga di Ipuah Mandiangin Bukittinggi, setelah dishalatkan di Masjid Istiqamah Bulakan Balai Kandi, Payakumbuh Barat.

Kematian Yunir Yalri, cukup mendadak. Karena, selama ini almarhum diketahui publik masih menjalani urusan KONI, meski hanya dari rumahnya di Jalan Imam Bonjol Payakumbuh. Dua bulan terakhir, kondisi almarhum tak kuat keluar rumah.  Jum’at (8/11), sekitar pukul 22.00 WIB, almarhum dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang tiba-tiba  drop atau lemah.  Di rumah sakit diketahui, almarhum mengalami pecah pembuluh darah.  Almarhum meninggalkan seorang isteri Ny. Emi Yunir dan sepasang anaknya, Desi Yunir dan Ade Yunir.

Sabtu pagi itu, berita  kematian Yunir Yalri cepat menyebar luas. Sejumlah pejabat Pemko, Sekdako H. Benni Warlis, Asisten II Amriul, Ketua TP-PKK Ny. Hennry Riza Falepi, Staf Ahli Walikota Edvianus dan Hendri Refdinal, Wakil Ketua DPRD H. Sudirman Rusma, Sekum KONI H. Asril Syamsuddin, Ketua Bidang Organisasi KONI Ostimardi, Ketum KONI Limapuluh Kota Davis, Ketua LKAAM Indra Zahar Dt. Rajo Simarajo, Ketua Bundo Kanduang Hj. Misnah,  sejumlah pimpinan SKPD dan keluarga besar STPDN datang melayat ke rumah duka.

Sebelum jenazah dibawa dengan ambulance ke Bukittinggi, pelayat datang silih berganti. Termasuk di antaranya mantan Walikota Payakumbuh H. Fahmy Rasyad, H. Muchtiar Muchtar, mantan Sekdako Payakumbuh Mahmuda Riva’i dan Irwandi Dt. Batujuah, mantan Sekdako Kabupaten Limapuluh Kota H. Ben Yuza, mantan Asisten I Payakumbuh Richard Moesa dan  H. Abdi Murtani, Ketua PKDP H. Jayusman,  sejumlah pengurus parpol, ormas dan OKP,  serta pengurus cabang olahraga dan KONI dan ratusan warga kota.

Sekdako Benni Warlis dan sesepuh pamong senior Payakumbuh yang diwakili Abdi Murtani, saat melepas jenazah,  mengajak pelayat dan warga untuk saling bertimbang maaf dengan almarhum dan keluarga, sambil memanjatkan do’a, agar arwah almarhum ditempatkan pada tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.

Semangat kerja dan cara bergaul almarhum, pantas diteladani,  karena punya  etos kerja yang  tak kenal menyerah. Mudah bergaul dengan segala lapisan.  Dunia olahraga Payakumbuh, cukup bergairah  sejak  beliau memimpin KONI. Posisi Payakumbuh berada di papan atas dalam peroleh medali. Almarhum juga merupakan Ketua DPD KNPI  pertama di Payakumbuh. Di kalangan pemuda, ia dikenal pelopor dalam konsep dan santuan dalam aplikasi.

Selain menjabat ketua umum KONI periode 2008-2012 dan 2012-2016, almarhum di jajaran Pemko meniti karirnya dari bawah. Dipercaya sebagai Camat perdana di Payakumbuh Barat, 1982, karirnya terus membaik hingga Kepala Dinas Pendapatan, dan  terakhir sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan hingga pensiun. Di dunia olahraga, selain ketum KONI, almarhum dipercaya sebagai Keua Umum Persepak pertama, dan cukup  lama menjabat Ketua Eksekutif Pertina Payakumbuh.

Sedangkan, di dunia politik, almarhum juga pernah menjabat Ketua Umum DPD Golkar Payakumbuh, di era Orde Baru. Ia juga tercatat sebagai anggota DPRD Payakumbuh, selama dua tahun periode 1997-1999. Karena peraturan, akhirnya yang bersangkutan mundur sebagai pimpinan parpol dan anggota dewan.