BeritaSumbar.,-Tim Jeffrie Geovanie melakukan pengumpulan aspirasi masyarakat dalam masa reses DPD RI dengan mengunjungi beberapa tempat di Kota Padang. Kunjungan pertama dilakukan ke Lubuak Gadiang di Kec. Lubuk Buaya. Pada kunjungan ini masyarakat banyak mengeluhkan kesulitan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai akibat kebijakan pemerintah yang menurut mereka tidak tepat, antara lain adalah dengan dicabutnya subsidi listrik pelanggan daya 900 VA.

“ tagihan listrik kami jadi membengkak hingga dua kali lipat sehingga kami merasa sangat diberatkan oleh kenaikan harga listrik tersebut”, bu Eti warga setempat. “dana kelebihan bayar tagihan listrik itu seharusnya bisa kami belanjakan untuk keperluan rumah tangga lain seperti minyak goreng dan kebutuhan dapur lain”, lanjut Bu Eti.

Selain bu Eti, Marniyeti juga mengeluhkan tingginya tariff listrik yang harus ia bayarkan setiap bulannya. biasanya saya membayar Rp. 100.000 – Rp.150.000/bulan, sekarang tagihan meningkat hingga dua kali lipatnya””, kata Marniyetti.

Tim Jeffrie Geovanie menjelaskan bahwa memang pemerintah beberapa waktu terakhir pemerintah menaikkan tarif dasar listrik golongan 900VA sebesar 143% dari Rp. 605/kwh menjadi Rp. 1.352/kwh secara bertahap bagi sekitar 18,7 juta pelanggan dari total 23 juta pelanggan. PLN sendiri beranggapan hanya 4,1 juta pelanggan saja yang benar-benar berhak untuk mendapatkan subsidi sedangkan sisanya dianggap keluarga mampu. Namun indikator keluarga mampu dan tidak mampu ini sebaiknya kembali diperjelas sehingga masyarakat tidak merasa diperlakukan tidak adil””, kata Benni Inayatullah Staf Ahli Jeffrie Geovanie.

Benni Inayatullah juga mengatakan memang sebaiknya PLN melakukan evaluasi pencabutan subsidi ini apakah betul subsidi yang masih diberikan tepat sasaran sehingga betul-betul dinikmati oleh yang berhak. “apabila pencabutan subsidi ini dilakukan terhadap masyarakat yang tergolong tidak mampu tentu sangat memprihatinkan karena akan menambah kesulitan masyarakat yang kehidupannya juga sudah sulit”, kata Benni.

Kunjungan Tim Reses Jeffrie Geovanie juga dilakukan ke Kecamatan Bunga Teluk Kabung Kota Padang. Di tempat ini masyarakat menyampaikan aspirasi tentang perlunya Pemko Padang memberikan anggaran yang cukup untuk posyandu. “saat ini kami hanya menerima Rp. 100.000/bulan untuk 60 orang anak, dana ini sangat kecil sekali sehingga kami tidak mampu menyediakan makanan sehat bagi anak-anak yang datang ke posyandu”, kataYusnimar penggiat posyandu dan PAUD. “tidak adanya makanan sehat ini juga membuat ibu-ibu tidak tertarik mengajak anaknya ke poasyandu sehingga posyandu menjadi sepi. Kami berharap Pemko Padang memberikan anggaran yang lebih untuk kami”, lanjut Yusnimar.

Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan mengenai adanya penarikan uang sekolah di tingkat SMA. “ sebelumnya SMA ini tidak ada uang sekolahnya alias gratis namun sekarang kami ditarik uang sekolah sebesar Rp. 150.000/bulan. Kami berharap sekolah SMA ini tetap gratis seperti tahun-tahun sebelumnya”kata Ujang warga setempat.

Banyak keluhan warga terkait kebijakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang disampaikan kepada Jeffrie Geovanie yang selanjutnya dikumpulkan untuk dijadikan masukan dan rekomendasi baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Jeffrie Geovanie sendiri mengatakan temuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakat terkait kebijakan pemerintah memang perlu untuk diketahui dalam rangka mengevaluasi kebijakan itu supaya kualitasnya dapat diperbaiki untuk masa mendatang dan manfaatnya dapat dinikmati oleh setiap warga negara Indonesia.(*)