Jakarta, BeritaSumbar.com,-Selama 3 hari, Kemendikbud gelar Rakornas Lembaga Pendataan tahun 2018. Rakornas ini diadakan untuk meningkatkan optimalisasi pendayagunaan data pendidikan dan kebudayaan. Acara di adakan dari tanggal 13- 15 Maret 2018 oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK).

Rakornas lembaga pendataan di Hotel Kartika Chandra Jakarta ini diikuti 375 peserta dari dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota. Kegiatan ini mengusung tema “optimalisasi pendayagunaan data yang terintegrasi untuk meningkatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan yang berkualitas”, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi.

Tujuan kegiatan ini menurut Kepala PDSPK, Bastari, adalah sebagai upaya mendukung kebijakan satu data Indonesia. “Selain itu juga untuk menyosialisasikan pengelolaan data pokok pendidikan dan kebudayaan, dan meningkatkan koordinasi pendayagunaan data untuk kemajuan pembangunan pendidikan dan kebudayaan,” kata Bastari, Selasa (13/3).

Sejumlah materi disampaikan dalam kesempatan rakornas pendataan ini. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, Yanuar Nugroho menyampaikan materi tentang kebijakan Satu Data Indonesia. Materi-materi lain yang disajikan antara lain: a. pendayagunaan data untuk kebijakan zonasi; b. optimalisasi pendataan data pokok PAUD dan pendidikan masyarakat; c. pendayagunaan data untuk pembinaan guru dan tenaga kependidikan.

Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi dalam pembukaan rakornas ini menegaskan pentingnya data dalam pengambilan kebijakan pemerintah. “Data yang akurat sangat penting sebagai bahan pengambilan kebijakan pemerintah. Berawal dari data yang akurat, kebijakan yang diambil pemerintah akan lebih tepat sasaran dan bebas dari inefisiensi anggaran,” kata Didik Suhardi.

Didik Suhardi mendorong agar semua unit kerja di lingkungan Kemendikbud dan dinas yang menangani pendidikan dan kebudayaan di daerah meningkatkan kualitas pengelolaan data mereka. “Menjadi tujuan kita bersama untuk mewujudkan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu peta, dan satu data,” tegas Didik. Ia juga mengajak semua unit kerja agar menyelaraskan data yang mereka punya dengan data pada unit kerja lainnya yang terkait.(imo)