Padang – Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat, menyatakan banyaknya jemaah yang bermasalah selama pelaksanaan ibadah haji di tanah suci lebih disebabkan kurang mentaati aturan yang ditetapkan penyelenggara.

Banyak jamaah yang tersesat, tidak bisa kembali ke hotel dan mendapat musibah, karena mereka keluar dari rombongan dan jadwal yang ditetapkan karena ingin lebih cepat, kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sumbar, Damri Tanjung di Padang, Selasa.

Ia mengatakan setiap tahapan ibadah haji sudah ada aturan dan peraturan yang dibuat untuk ditaati. Di antara aturan yang ada adalah dibuat Panitia Haji Indonesia, masing-masing kelompok terbang (kloter), ketua regu dan aturan yang dibuat oleh ketua rombongan.

Semua aturan tersebut untuk memudahkan jamaah agar terhindar dari risiko, ujarnya.

Ia menjelaskan tragedi Mina seharusnya tidak perlu terjadi, karena sudah ada aturan dalam melempar jumrah untuk tidak melontar pada waktu-waktu yang afdal (baik), karena berisiko sangat tinggi.

Karena pada waktu tersebut banyak warga dari negara lain yang memiliki tubuh yang besar-besar melakukan lempar jumrah.

Pada saat tawaf, sya’i dan ke masjid juga ada aturan untuk bersama rombongan sehingga tidak tersesat.

Semua rangkaian ibadah itu juga sudah dilatih dalam acara manasik haji yang diadakan Kementerian Agama maupun lembaga lainnya.

“Namun dalam pelaksanaannya di tanah suci masih banyak jamaah yang kurang mematuhi aturan yang dibuat sehingga mendapatkan masalah,” kata dia.

Ia mengimbau untuk jamaah haji yang akan berangkat pada 2016 agar lebih mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental.

Persiapkan diri dengan baik agar kualitas ibadah haji juga lebih baik, katanya.

Calon jamaah mulai dari sekarang bisa menggunakan waktunya dengan maksimal. Membekali diri dengan pengetahuan dan menjaga kondisi fisik agar tetap bugar dan sehat sehingga saatnya tiba semua sudah siap.

Menurutnya jamaah embarkasi Padang termasuk jamaah yang mentaati aturan sampai saat ini sehingga risiko yang terjadi juga lebih kecil dibandingkan dengan jamaah dari embarkasi lain. (Ant/Oleh Junisman)