Aceh,BeritaSumbar.com, – Sekitar 5 Hektar ladang ganja kembali ditemukan jajaran Kodim 0111/bireuen Aceh pada Kamis 10/5. Ladang tanaman haram ini ditemukan di kawasan pegunungan Peucuet Kabupaten Bireuen. Penemuan ladang ganja ini berawal dari adanya laporan masyarakat Kecamatan Peulimbang tentang aktifitas orang-orang tidak dikenal yg sering keluar masuk pedalaman Peulimbang, diduga menanam dan menjual Narkotika jenis ganja.
Masyarakat sudah mulai menyadari tentang buruknya dampak penggunaan Narkoba bagi generasi muda, kini mulai bangkit melawan aktifitas illegal ini. Berdasarkan informasi tersebut, Kodim 0111/Bireuen dibawah Komando langsung Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda, S.E.M.M, M.Sc. melaksanakan patroli kelokasi yang diinformasikan.

Berdasarkan Informasi yang diterima Berita Sumbar.com via reportaseaceh.com Lokasi tersebut adalah lokasi ladang ganja yang pernah dimusnahkan satu bulan yang lalu. Menurut Pasi intel Kodim 0111/Bireuen Kapten Inf Adi Boy dilokasi, TNI menemukan penanaman baru pohon-pohon ganja. Para pelaku juga kembali menebangi pohon-pohon yang ada dikawasan hutan lindung untuk perluasan lahan.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan personel Kodim 0111/Bireuen berjumlah 65 orang, diperkuat komunitas masyarakat anti Narkoba, personil TNI kembali memusnahkan ladang ganja yang baru ditanam. Pemusnahan barang haram itu dengan cara mencabut batang, memotong dan membakarnya.

Tidak jauh dari tempat itu.Personil TNI juga menemukan jejak-jejak lintasan orang-orang tak dikenal, setelah dilakukan penelusuran ditemukan lagi ladang ganja siap panen luas  sekitar 5 haktare.

Dandim menghimbau kepada pelaku penanaman ganja agar segera insaf dan menghentikan aktivitasnya yang sangat merugikan bangsa dan negara. Aktifitas ini sangat berdampak terhadap kualitas generasi muda aceh khususnya dan pemuda indonesia pada umumnya. Jika tidak disikapi dengan serius akan berdampak pada (Lost Of Generation)

Beberapa waktu yang lalu. Kodim pernah menangkap anak-anak muda usia antara 12-14 tahun, yang menghisap ganja. Ini indikator nyata sedemikian besarnya ancaman ganja terhadap potensi kehilangan generasi (lost of genaration). tegas  Dandim.

Ia juga mengajak kepada semua elemen untuk mencurahkan pikiran, bagaimana merumuskan formulasi pencegahan maraknya aktifitas penanaman ganja di Bireuen yang juga berdampak pada kerusakan ekosistem (hutan lindung).

“Semoga apa yang kami lakukan sedikit bisa menggugah hati masyarakat untuk sama-sama bangkit melawan maraknya peredaran dan penggunaan Narkoba. Ini adalah the real proxy war yang harus dilawan bersama-sama.

“Jika kita diam, maka tunggulah waktunya kehancuran generasi. bahkan kehilangan generasi akan benar-benar terjadi. Naudzubillahi mindzaliq.” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Kodim juga melakukan penanaman sebanyak 150 batang pohon kopi dan pohon keras berbagai jenis lain. Diantaranya  pohon Torem yang didatangkan secara khusus dari Kepulauan Yamdena, Maluku. (Rilis/IPJI)