Pasar dan terminal Aur Kuning di Kota bukittinggi, Sumatera barat. foto EJK

Banyak yang tertunduk lesu ke luar ruang kelas. Sebaliknya, juga banyak yang  ceria, selain ada yang tampak biasa-biasa saja. Pemandangan tersebut terlihat di wajah peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) tenaga honorer kategori dua,   di SMKN 2 Payakumbuh, Minggu (3/11).  Ujian TKD (tes kemampuan dasar) dimulai tepat pukul 08.00 sampai pukul 11.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan tes kemampuan bakat (TKB), mulai pukul 12.30 WIB.

“Soal-soalnya banyak yang susah, bang,” ucap seorang peserta. “Bagi Saya, waktu  180  menit atau 3 jam menjawab  180 soal TKD (tes kemampuan dasar), terlalu mepet dengan usia yang sudah kepala tiga ini,” ucap seorang pegawai honorer  menjawab pertanyaan wartawan koran ini. Materi ujian, di antaranya meliputi wawasan kebangsaan, pengetahuan umum dan kepribadian.

Di Payakumbuh, tercatat 220 tenaga honorer ketegori dua  (TH K2) yang ikut ujian.  Mereka sudah mengabdi di beberapa  SKPD dan sekolah  cukup lama, di lingkungan Pemko Payakumbuh. Keterangan Kepala BKD Payakumbuh  Ruslayetti didampingi Sekretaris Ipon Satria Chan,   ke-220 TH K2  yang mengikuti ujian itu meliputi  57 tenaga guru, 18  tenaga medis, 20 tenaga penyuluh teknis dan   125  tenaga teknis.   Dari 57 tenaga guru yang ambil bagian, dua di antaranya calon guru SLB tunanetra di SLB Centre Payakumbuh.

Cara kedua guru tunanetra ini ikut ujian, tidak memakai huruf braille, melainkan  dibantu  tenaga teknis dari SLB Centre dan diawasi dua pengawas. Soal dibacakan pengawas, dan jawaban yang diplih peserta diarsilkan oleh tenaga pembantu. Karena soal dibacakan, kedua peserta Rina Gunarti dan Aini ini, mengaku tak mampu menyelesaikan 180 soal TKD tersebut. “Waktu tersedia tak mampu bagi kedua guru tunanetra ini menjawab soal dengan sistem LJK (lembaran jawaban komputer) itu.

Pelaksanaan ujian CPNS TH K2 itu, ikut ditinjau Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar dan Asisten II Setdako Amriyul, MPd.  Di bawah pengawasan Kepala Inspektorat Drs. H. Syahrial, Imamuddin dari  Badan Kepegawaian Nasional Kantor Regional XII Pekanbaru,   Muwahidah dari BPKP Perwakilan Sumatera Barat dan  beberapa anggota  kepolisian dari Polsekta Payakumbuh.

Menurut Kepala BKD Ruslayetti, BKN dan Kementerian PAN-RB, menyiapkan 30% angka kelulusan  dari 150 ribu peserta ujian diseluruh provinsi di Tanah Air.  “Tak ada yang bisa membantu kelulusan seorang peserta ujian, kecuali hasil nilai TH K2 bersangkutan. Jika seluruh peserta ujian Payakumbuh nilainya masuk dalam daftar 30% itu, maka seluruhnya dapat diterima sebagai CPNS Formasi 2013  ini,” jelasnya.

Dibakar

Pelaksanaan ujian CPNS TH K2 ini benar-benar berjalan sesuai dengan SOP yang ditetapkan Kementerian PAN-RB. Seminggu sebelumnya, seluruh soal  diamankan pada sebuah ruang steril di Polsekta Payakumbuh. Kunci ruang tersebut dipegang Kepala BKD Ruslayetti.  Pengambilan soal tersebut, sekitar pukul 07.00 WIB, diawasi Kepala Inspektorat Syahrial, staf BPKP Sumbar dan pihak kepolisian. Untuk selanjutnya dibawa ke SMKN 2 dengan kendaraan roda empat yang diawasi pihak kepolisian.

Seluruh soal yang masih bersegel itu, baru bisa dibuka pengawas di depan ruang kelas. Sedangkan, peserta pun baru bisa masuk kelas bersama-sama dengan pengawas.  Usai ujian TKD pukul 11.00 WIB, setelah istirahat 1,5 jam atau seusai shalat zuhur, seluruh peserta kembali mengikuti ujian TKB (tes kemampuan bakat) dengan jumlah soal dan waktu ujian  yang sama dengan TKD.

Usai ujian, seluruh soal TKD dan TKB langsung dibakar panitia, disaksikan petugas dari Inspektorat, BKN Kantor Regional XII Pekanbaru, BKD dan pihak kepolisian. “Standar operasional pelayanannya sudah seperti ini, kita tinggal mengerjakannya saja,” ucap Kepala Inspektorat Payakumbuh Syahrial.