Painan, Sumbar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akan melengkapi kawasan wisata bahari terpadu (KWBT) Mandeh, di kabupaten itu dengan kereta gantung antar pulau.

Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit di Painan, Jumat, mengatakan, kereta gantung merupakan fasilitas tambahan yang dapat digunakan pengunjung untuk melihat laut Mandeh di titik-titik khusus dari ketinggian.

Titik utama kereta gantung yang akan dibangun adalah di Panorama I. Dari titik tersebut pengunjung dapat menyeberang kebeberapa pulau terdekat yang ada di bagian utara. Jembatan di titik itu juga dapat menghubungkan Puncak Mandeh I ke Pulau Sironjong yang berada di hadapan Panorama I.

Katanya, untuk kelanjutan lokasi kereta gantung tersebut menunggu kajian dari tenaga ahli karena pembangunannya membutuhkan kajian khusus terutama terkait keamanan kereta dan penumpang.

“Kajian itu sangat perlu karena daerah tersebut berada di kawasan pantai. Arah angin yang masuk kekawasan teluk juga perlu diperhitungkan dan ini hanya bisa diketahui oleh para ahli, “katanya.

Pulau-pulau strategis di kawasan wisata bahari terpadu (KBWT) Mandeh juga segera dibangun dermaga mini sesuai dengan kebutuhan. Sekitar kawasan wisata tersebut ada sebanyak enam pulau bakal menjadi tujuan parawisatawan dan butuh segera dermaga mini.

Ia mengtatakan, kawasan wisata bahari terpadu Mandeh juga siap untuk dijadikan sebagai tol laut Sumbar. Langkah tersebut sangat didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dalam pembicaraan Nasrul Abit dengan Andrinof Chaniago saat berkunjung ke daerah itu beberapa waktu lalu.

Untuk merealisasikan rencana pembangunan tol laut Sumbar tersebut, pemkab setempat akan menggandeng perusahaan angkutan kapal, Perusahaan Umum (Perum) Pelindo dan menarik investasi sebesar mungkin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesisir Selatan Zefnihan, mengatakan, tol laut Sumbar yang dirancang tersebut merupakan bentuk keseriusan pemkab setempat dalam mendukung konsep tol laut oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, Sumbar sudah seharusnya memiliki tol laut tersebut untuk mempermudah akses kawasan yang selama ini memang mengandalkan jalur laut seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang, Pariaman hingga Pasaman Barat.

Kabupaten itu merupakan yang pertama kali dalam merintis tol laut menghubungkan Padang-kawasan wisata bahari terpadu Mandeh Pesisir Selatan-Kabupaten Kepulauan Mentawai.

 

Sumber: Antara