Hidroponik menjadi solusi bertanam di lahan sempit. Dengan teknik yang paling sederhana masyarakat urban bisa menikmati sayur dan buah sehat hasil budidaya sendiri.

Di kota besar ketika lahan begitu terbatas, metode menanam hidroponik bisa menjadi pilihan. Masyarakat urban masih bisa berkebun dengan memanfaatkan halaman, atap, pagar, tembok dengan tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, selada, bayam, dan sejenisnya.

Sayuran dari teknik hidroponik juga cukup sehat, karena tidak membutuhkan obat-obatan seperti pestisida dan insektisida dalam proses tanamnya. Prosesnya cukup bersih karena tidak menggunakan tanah, di mana terdapat penyakit tumbuhan, cacing, dan hewan lainnya.

Simon Peter Tjatur Prast, penggiat tanaman hidroponik mengatakan, tanaman hidroponik selain menghemat lahan, air dan pupuk, proses tumbuhnya lebih cepat, tidak tergantung cuaca, dan bebas dari gangguan penyakit.

“Mengapa pilihannya hidroponik? Hidroponik bisa dilakukan pada lahan terbatas dengan sejumlah kelebihan tadi,” ujar Tjatur.

Tjatur sejauh ini sering memberikan pelatihan bagaimana menanam hidroponik secara mudah. Salah satu pelatihan yang dilakukan kepada umat Gereja Santa Monika Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

hidroponik 1

Salah satu program kegiatan dari Paroki Santa Monika adalah bagaimana menghargai alam ciptaan-Nya dengan berperilaku ramah lingkungan. Apalagi bertanam secara hidroponik cukup hemat air, menghasilkan oksigen, dan menambah hijau lingkungan.

Kepada jemaat gereja, Tjatur hanya memberikan teknik yang paling mudah, sederhana, dan hemat tempat yaitu sistem sumbu (Wick System). Ketimbang motode Ebb & Flow System, NFT (Nutrient Film Technique) System, Aeroponic System, Drip System, dan Water Culture System yang rumit dan mahal teknik sumbu cukup sederhana dan murah.

Sistem sumbu bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil, seperti tanaman sayuran. Kekurangan sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.

Menurut Tjatur, prinsip dasar hidroponik adalah adanya sinar matahari, air, nutrisi hidroponik dan oksigen. Untuk bahan yang diperlukan dari sistem sumbu adalah media tanam, nutrisi atau pupuk hidroponik instan yang dapat diperoleh di pasaran dengan harga terjangkau.

Media tanam berupa cocopeat atu rockwool sebagai tempat akar tanaman menyerap nutrisi. Rockwool sendiri terbuat dari batuan basalt yang dipanaskan mencapai suhu 1.6000 Celcius hingga meleleh seperti lava. Dalam keadaan mencair ini, batuan tersebut disentrifugal terbentuk serat-serat.

Sedangkan nutrisi hidroponik yang umum tersedia adalah AB Mix. A mengandung unsur kalsium, sedang B mengandung sulfur, dan fosfat sehingga totalnya adalah Ca, S, dan P. Secara lengkap keduanya mengandung unsur makro seperti N, P, K, Ca, Mg, S, dan unsur mikro Fe, Mn, Zn, B, Cu, Mo.

Sistem Sumbu Lebih Murah

Yang pertama perlu disiapkan dalam hidroponik sistem sumbu (wick system) adalah media tanam berupa roockwool atau bisa cocopeat. Potong rockwool dengan dimensi 2 panjang x2 lebar x2 tinggi cm dengan gergaji besi.

Letakkan media tanam di atas nampan, dan dibuat lubang tanam untuk memasukkan benih dengan tusuk gigi. Untuk benih melebar seperti sawi, selada, caisim dan pakchoy cukup satu dua benih, sedangkan yang vertikal seperti kangkung, bayam dan seledri bisa 6-12 benih.

Usahakan agar rockwool selalu basah. Tutup media tanam ini tidak tembus cahaya sampai bibit pecah. Jika esok harinya biji sudah pecah maka segera diletakkan di bawah sinar matahari antara pukul 08.00-11.00. “Pengenalan pada sinar matahari agar benih tidak kutilang atau kurus tinggi langsing,” candanya.

hidroponik 2

Di samping diletakkan di bawah sinar matahari bibit yang sudah pecah harus segera diberikan nutrisi AB Mix dengan perbandingan 5:5:2 yaitu 500 cc auran A dan 500 cc larutan B ke dalam 2 liter air baku. Sementara masa tanam perbandingannya adalah 5:5:1.

Setelah tumbuh daun hingga 1,2,5 cm bibit siap untuk dipindahkan pot berjaring (netpot) yang sudah dipasang sumbu. Media tanam rockwool dipotong sesuai diameter pot yang umumnya hanya 4,5 cm.

Akar tanaman akan menyerap nutrisi dari rockwool, yang terhubung dengan sumbu. Air nutrisi yang berada di atas nampan akan tersedot tanaman dengan bantuan sumbu yang terbuat dari kain. Usahakan agar akar terkena udara agar bisa menyerap oksigen dengan baik.

Dalam waktu 25 hari kangkung sudah bisa ditanam, sedang sawi, selada baru bisa dipanen setelah 1,5 bulan. Untuk kangkung hidroponik bisa dipanen hingga 3 kali, sedangkan untuk sawi, selada, caisim hanya bisa dipanen satu kali saja.

Buah Segar dari Kebun Sendiri

Pada hidroponik, tanah yang berfungsi sebagai media untuk melarutkan unsur hara yang diserap tumbuhan, digantikan media lain dalam sistem hidroponik. “Pohon durian, mangga selama ini belum bisa dikembangkan secara hidroponik,” ujar Tjatur.

Tanaman yang umum dikembangkan umumnya berupa sayuran di samping buah, seperti selada, bayam, kangkung, caisim dan pakchoy. Sementara untuk buah yang banyak dibudidayakan adalah melon, tomat, dan mentimun.

hidroponik 3

Melon dapat dikembangkan dengan hidroponik. Caranya dengan menyemaikan bibit pada media hidroponik seperti tisu basah, sekambakar, cocopeat, ataupun dengan menggunakan rockwool.

Dengan metode hidroponik melon bisa dipanen dalam waktu waktu 58 hari atau 2 bulan, jika pertumbuhannya baik.

Namun sebaiknya untuk melon digunakan teknik hidroponik selain sistem sumbu, agar bisa tumbuh dengan baik. alasannya melon butuh banyak aliran air sehingga diperlukan talang air, torn penampung air, mesin pompa air, timer, stereofom atau gabus dan rangkai penetralisir air.

Tomat bisa dilakukan dengan sistem sumbu. Jika tanaman sudah membesar dan meninggi maka perlu sulur agar tanaman mampu tegak berdiri. “Sebaiknya nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tomat,” ujar dia.

Selain melon dan tomat, mentimun juga bisa dibudidayakan secara hidroponik. Bibit mentimun juga wajib disemaikan terlebih daulu pada media tanam. Namun lantaran bibit timun terlalu besar bisa langsung disemaikan pada wadah yang telah disiapkan.

Untuk bibit kecil bisa dipindah setelah muncul 2 daun lembaga pada bibit yang sudah berkembang sempurna. Diharapkan tidak memegang bibit mentimun pada batangnya, sebab batang itu sangat rapuh, meski dengan hati-hati masih bisa merusaknya dengan cara fatal.

Tanaman yang sudah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang supaya bisa berdiri tegak jadi tanaman bisa tumbuh rapi dan teratur. Tanaman timun secara hidroponik umumnya bisa dipanen dalam waktu kurang dari 75 hari.

Tjatur mengatakan untuk tanaman buah butuh paparan cahaya matahari lebih lama. Jika sayur hanya butuh 6 jam per hari maka buah butuh 10 jam per hari. hay/R-1