Padang – Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengeluhkan kerasnya suara klakson kendaraan yang melintas di depan masjid itu khususnya angkutan umum terutama saat pelaksanaan shalat.

“Saat shalat dilaksanakan klakson angkutan umum sangat bising membuat ibadah menjadi terganggu, kami sudah mencoba berbagai upaya tapi belum berhasil,” kata Ketua Umum Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah, Abdurahman S Chan di Padang, Kamis.

Menurut dia sejak tidak adanya terminal angkutan umum, suasana di sekitar Masjid Taqwa Muhammadiyah bising oleh klakson pengemudi yang menunggu penumpang di depan masjid .

“Hal itu menyebabkan terganggunya kekhusyukan beribadah kaum muslimin ketika melaksanakan shalat,” lanjutnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Padang menertibkan kendaraan yang melewati jalan di depan masjid minimal selama pelaksanaan shalat Zuhur, Ashar dan Maghrib.

Sebelumnya, pengurus masjid sudah mengirim surat terbuka dan memberi tahu secara langsung kepada Pemkot Padang untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

” Akan tetapi setelah dilakukan penertiban kembali sopir angkutan umum membunyikan klakson kendaraan,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Rudy Rinaldi mengatakan pihaknya sudah lama melarang pengendara angkutan umum yang membunyikan klakson di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah.

“Rambu dilarang membunyikan klakson sudah dipasang tapi hilang berkali-kali,” ujar dia.

Ia mengatakan khusus pelaksanaan shalat Jumat pihaknya sudah menurunkan petugas untuk menertibkan kendaraan, namun pada hari biasa sifatnya hanya mengimbau.

“Kadang sopir angkutan umum itu tangannya gatal ingin memencet klakson, padahal orang sedang shalat,” ujar dia.

Ia tetap mengimbau pengemudi angkutan umum yang melintas di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah menahan diri tidak membunyikan klakson .

“Mari lebih peduli , hormati orang yang sedang beribadah,” kata dia.

Terkait adanya angkutan umum yang menggunakan klakson tidak standar sehingga bunyinya lebih keras ia mengatakan akan menindak bersama dengan aparat Kepolisian.

(Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi)