Payakumbuh,Beriasumbar.com-Informasi akan naiknya harga rokok bulan depan semakin hangat jadi bahan pembicaraan masyarakat. Terutama masyarakat pecandu rokok. Beragam komentar berhamburan baik di warung kopi maupun di medsos.

Ada yang mengkritik itu kebijakan tidak tepat sasaran dan ada yang mengatakan itu langkah baik demi kesehatan. Lain halnya dengan masyarakat petani di sudut sudut Payakumbuh dan Limapuluh Kota.Jika memang harga rokok itu naik drastis mereka yakin akan membawa berkah bagi mereka. usaha ladang tembakau seakan menjadi tranding tani lagi.

Seperti cerita Syamsir dan Munir,Duo bapak yang sudah memasuki usia kepala lima ini. Diwaktu usia muda mereka pernah menikmati kejayaan menajdi petani tembakau. Dan memudar di saat rokok kemasan mulai menjamur di pasaran. Dengan isu akan naiknya harga rokok bukan depan gambaran tembakau racikan lokal akan menapaki kejayaan tergambar oleh mereka.

Apalagi dengan banyak sawah yang saat ini tidak bisa di tanami akibat irigasi tidak mengalir. Untuk wilayah Payakumbuh utara saja ada sekitar 6 bulan sawah akan kekeringan ujar pak Munir. Hal ini bisa kita manfaatkan kembali menjadi ladang tembakau. Karena tembakau tidak membutuhkan genangan air. Dulu kami berladang tembakau juga di sawah,padi di tanam hanya satu kali setahun cerita pak Syamsir sambil emnghirup kopi kentalnya di salah satu pojok utara Kota Payakumbuh Minggu 21/8 pagi.

Pak Imam sang pemilik warung juga semangat menceritakan bagaimana mereka dulu menikmati hasil panen tembakau. Setiap usai panen apa yang di inginkan dapat di beli ujar pak Imam. Dan di dangau racik tembakau,(tempat mengolah daun tembakau) kami berkumpul setiap malam kalau daun tembakau sudah bisa di racik. Kami bermain seni tradisional seperti Saluang,Genggong dan Talempong.

Pondok tembakau selain tempat belajar seni juga menjadi tempat menjalin silaturahmi dengan teman seusia waktu dulu,ujar para bapak tua ini seakan mengenang kembali perjalanan hidup di usia muda mereka.

Saat di tanya mungkin nggak pertanian tembakau kembali di bangkitkan. Mereka menajwab tidak ada yang tidak mungkin. Kita masih punya lahan walau sudah mulai menyempit akibat pembangunan yang menjadikan lahan produktif untuk perumahan. Lahan yang masih ada bisa kita olah,Sawah yang saat ini kerontang bisa kita jadikan lagi ladang tembakau.

Apalagi berita rokok kemasan akan naik harga akibat pemerintah menaikan cukainya bulan depan,Saat ini saja di sudah banyak kita melihat masyarakat pecandu rokok kembali menggulung tembakau dengan daun enau dan kertas ujar pak Imam,dan di sambut tawa bang On yang kebetulan membawa tembakau Guntuang.

Kedepan kita hanya berharap kebijakan kebijakan merakyat dari dinas pertanian maupun PU yang membidangi irigasi untuk daerah ini ujar Ady Surya SH,yang akrab di panggil On ini. Bagaimana pemerintah kota ini bisa membuat kebijakan terhadap situasi pertanian di Kota Payakumbuh yang sering terkendala akibat perbaikan iirigasi ditambah cuaca yang tidak mendukung. Jangan lagi kita melihat sawah kerontang dan tidak bisa di tanami. Mau usaha apa masyarakat kita yang rata rata hanya kuli penggarap. Tidak berapa persen yang betul betul petani yang mengolah lahan sendiri ujar Ady Surya SH yang sehari hari aktif di dunia hukum di Sumatera Barat dan juga giat mensuarakan kepentingan rakyat bawah.