Inilah Ranking Kota/Kabupaten Tertinggi Hasil UN di Sumatra Barat Tahun Ajaran 2015/2016

5513

Beritasumbar.com – Kota Bukitinggi berhasil meraih nilai tertinggi dari hasil nilai Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015/2016 Se Sumatra Barat. Kota Bukittinggi mem­pero­leh nilai 389,79 di kelompok IPA Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, diikuti Kota Padang Panjang dan Kota Padang di peringkat dua dan tiga dengan nilai masing-masing 382,60 dan 381,37

Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat Syamsurizal kepada Wartawan Jumat (06/05). Dirinya juga menjelaskan bahwa Un pada tahun kali ini adalah merupakan tingkat yang tersulit, namun untuk tingkat Integritas sudah terbilang cukup tinggi katanya lagi menjelaskan seperti yang dilansir Haluan.

Disebutkan lagi, di kelompok IPS untuk SMA sederajat, Kota Bu­kittinggi masih menunjukkan kemampuannya, dengan perolehan nilai 364,66 dan diikuti Kota Padang Panjang di peringkat kedua dengan nilai 343,61. Sementara, Kota Padang kembali bera­da di peringkat ketiga dengan nilai 342,11.

Ditingkat Sekolah Me­nengah Kejuruan (SMK).Bukitinggi kembali menjadi jawaranya De­ngan nilai 241,78 diikuti Padang dengan raihan 239,95 di peringkat ke­dua. Sementara Kota Padang Panjang berada di peringkat tiga dengan nilai 227,06 .

Untuk kelompok bahasa diraih Kota Payakumbuh dengan nilai 354,42 di peringkat pertama dan Kabupaten Limapuluh Kota di peringkat dua dengan nilai 321,87 dan Kabupaten Dhar­masraya dengan nilai 289,41 di peringkat ketiga.

Pada UN paket C, kelompok IPS. Kota Padang berhasil unggul dengan total nilai 438,2 diikuti Kabupaten Pasaman Barat di peringkat kedua dengan nilai 401,4 dan Kepulauan Mentawai di peringkat ketiga dengan nilai 386,8. Di kelompok IPA, Kabu­paten Pasaman menduduki posisi pertama dengan nilai 456,0 Kota Padang di peringkat dua dengan nilai 424,3 dan Kota Padang Panjang diperingkat ke tiga dengan nilai 241,5.

Yang mengejutkan adalah Kabupaten Pesisir Selatan yang pada UN tahun ajaran 2014/2015 lalu sempat menduduki juara pertama, namun pada UN kali ini Kabupaten tersebut harus terjun melorot  dan berada pada tingkat 18, dari 19 Kota/Kabupaten yang ada di Sumbar.