Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Malang benar nasib balita asal Lintau yang saat ini berusia 3 tahun. Halifah nama balita ini semenjak usia 7 bulan harus berjuang hidup dengan penyakit bocor jantung yang diidapnya.
“Saat kambuh, Halifah mengalami sesak nafas pak, payah baranggok (red*susah bernafas), kata dokter selain jantungnya bocor kondisi hatinya saat ini telah membiru pak ” ucap jhon Hendri (40) ayah kandung gadis malang, Jumat (14/9) dihalaman RS Hanafiah Batusangkar.

Jhon Hendri warga Jorong Gunuang Lodang, Nagari Tanjuang Bonai, Lintau Buo utara yang hidup mencari nafkah dengan memanjat pohon aren mengharapkan tetes air gula aren ini hanya bisa tertunduk lemah saat bercerita tentang derita yang dialami anaknya.

“Untuk makan keluarga ambo harus memanjat pohon aren (Enau), kemudian mengolahnya menjadi gula Enau pak, “aku Hendri.

Dikatakan Hendri hasil gula arennya itu dijual kepada toke. Walaupun demikian Hendri harus tetap tegar menghadapi hidup ini dan berusaha agar anaknya bisa sembuh.

“Istri Ambo (red*saya) hanya menjaga dua anak saya dirumah pak. Saat ini ambo harus berfikir pak, bagaimana putri ambo ko bisa sehat pak. Pihak RS Hanafiah telah merujuk Halifah ke RSUP M. Jamil Padang, namun…….., ” sejenak Hendri terdiam, tampak bola matanya berkaca saat Minangkabaunews menemui Hendri selepas menerima surat rujukan perawatan ke Padang dari pihak RS Hanafiah Batusangkar.

“Entahlah pak, kama ka kami cari pitih (uang) untuk biaya selama berobat ke Padang Pak, ” tuturnya lagi.

Diakui Hendri berat badan Halifah tak pernah naik, dan ia (Halifah) tiap sebentar harus terus berjuang untuk bisa bernafas.

“Lihatlah pak bahu Halifah sudah tinggi sebelah pak, berat badannya saat ini hanya 6,9 kg tak pernah naik-naik. Dua tahun yang lalu Halifah pernah dirujuk dokter RS di Padang ke RS di Jakarta, namun karena tak ada biaya akhirnya kami memutuskan untuk merawat Halifah dirumah saja di Lintau. Namun selama di rumah Halifah terus saja susah bernafas dan akhir-akhir ini semakin parah. Karena itu kami coba juga berobat ke sini, walaupun…,”ucapan Hendri kembali terhenti, sambil menundukkan pandangannya kesamping.

Dari pengakuan Hendri bahwa ia selama ini tak pernah menerima bantuan Raskin atau BLT dari pemerintah.

“ah, sudahlah pak, cuman saat ini saya berfikir bagaimana anak saya ini bisa sembuh, ” sambil kembali tampak bulir mata Hendri berkaca-kaca.

Kakak kandung Hendri, Jasman mengatakan bahwa Hendri adalah mantan penderita penyakit Strok. Oleh karenanya ia selalu ikut mendampingi Hendri jika pergi ke RS untuk mengobati anaknya.

“Takutnya penyakit Hendri kambuh pak, kasihan anak yang dipangkunya ini jika tiba-tiba penyakit Hendri kambuh, “ungkap Jasman.

Sempat kami menanyakan no Hp Hendri, namun diakuinya ia tak punya HP. “Yang ada no HP kakak saya pak uda Jasman, “aku Hendri

Jasman pun memberi no HP nya 082384124267. Mungkin ada yang tergerak hatinya untuk meringankan beban Halifah, silahkan hubungi no diatas.(red)