Jenazah H. Hasab Basri Hamid diselenggarakan di Mesjid Mukhlisin Kelurahan Nunang Daya Bangun

Payakumbuh–Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Hasan Basri Hamid (72) Mantan Ketua MUI Kota Payakumbuh Periode 2000 hingga 2010, Almarhumyang menjabat Ketua MUI selama 2 periode ini wafat di rumah anaknya di Teluk Kuantan Kab. Kuansing Rabu (15/11) sekitar pukul 19.00 malam.

Menurut Mantunya, Kurniawan, ayahanda wafat sekitar pukul 19.00 dan sekitar pukul 20.00 kita menuju Kota Payakumbuh menggunakan Ambulance. Sesampai di Daya Bangun Kota Payakumbuh, jenazah ayahanda sudah ditunggu keluarga dan karib kerabat. Jenazah almarhum selanjutnya akan diselenggarakan esok pagi, ucapnya.Kurniawan.

Pagi Kamis (16/11) ratusan pelayat padati rumah duka di Kelurahan Nunang Daya Bangun, termasuk keluarga besar kankemenag Kota Payakumbuh. Berhubung almarhum pernah menjabat Kasi Urais dan Penais di kandepag Kota Payakumbuh. Kepala kankemenag, Asra Faber pimpin langsung takziah ini.

Berdasarkan keputusan dan tradisi kelurahan ini, Penyelenggraan jenazah 100 % dilaksanakan kongsi kematian di Mesjid Mukhlisin, yang dimulai dari prosesi memandikan, mengkafani dan menyolatkan. Prosesi pemakaman dilaksanakan di daerah Talago Kelurahan Sawah padang Aur Kuning Kec. Payakumbuh Selatan, dimana almarhumah istri (Hanibar-PNS Depag) dimakamkan.

Pihak keluarga diwakili mantu almarhum, Kurniawan menyampaikan ucapan maaf kepada jemaah Mesjid Mukhlisin dan seluruh hadirin yang hadir.

“Selama 72 tahun sudah almarhum ayahanda hidup dan bergaul di Luak Limopuluah dan di rantau, jika ada khilaf, kami atas nama ahliwaris, mohonkan maaf,” harap Kurniawan kepada pelayat.

Melepas secara resmi, Kepala kankemenag Kota Payakumbuh sampaikan maaf dari keluarga besar kankemenag.

“Almarhum adalah sesepuh dan guru bagi kami di jajaran Depag (sekarang-Kemenag). Almarhum adalah ulama. Dan harapan kami, perjuangan almarhum untuk terus kita lanjutkan. Kalau ulama wafat, sangat sulit mencari gantinya. Berbeda dengan para ilmuwan yang sangat banyak generasi. Semoga semua amal shaleh yang almarhum kerjakan dinilai sebagai amalan yang dicintai Allah SWT dan ditempatkan di syorga, aamiin,” sambut singkat Asra Faber.

Buya Mismardi sebagai pelanjut estafet almarhum di kepengurusan MUI Kota Payakumbuh juga sampaikan duka mendalamnya.

“Atas nama kepengurusan MUI, kami mohon maaf kepada ahli waris. Kita kehilangan seorang ulama besar Luak Limopuluah yang senantiasa giat mensyiarkan ajaran islam. Beliau almarhum dikenal ulama panutan yang jujur, sekarang almarhum telah dipanggil keharibaan Allah SWT. Sangat banyak jasa almarhum semasa hidup, almarhum pernah menjabat lama sebagai Ketua Bazis hingga BAZ. Murid almarhum sangat banyak, salah seorang adalah Abu Muslim yang menjadi imam di Mekkah. Kita doakan semoga beliau berstatus ahli syorga,aamiin,” ucap sendu Mismardi.

Setelah prosesi penyolatan selesai, jenazah almarhum diberangkatkan dengan ambulance yang diiringi keluarga dan para pelayat menuju pemakaman di daerah talago Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning Kec. Payakumbuh Selatan.ul