SAWAHLUNTO,Beritasumbar.com – Tokoh kharismatik yang pernah memimpin Sawahlunto dua periode itu berpulang mengahdap sang Khalid.Kepergian sosok Ir. H. Amran Nur meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat kota penghasil batubara warisan Kolonial Belanda itu.

Pasalnya, Semasa menjabat Walikota, Amran Nur telah sukses melaksanakan pembangunan di seluruh sektor, bahkan  telah  berhasil merubah kota “hantu” menjadi kota wisata. Bahkan, sedikitnya ia telah menorehkan sedikitnya 42 penghargaan, baik dari tingkat provinsi maupun nasional.

Almarhum sendiri, meninggal dunia pada usia 71 tahun, setelah mendapatkan perawatan, baik di RSUD Sawahlunto, Hospital Semen Padang dan terakhir, 22 juni di pindahkan ke Rumah Sakit Umum Cikini Jakarta, hingga menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (22/6) malam kemarin.

Sebelum dimakamkan di Pandam pekuburan keluarga di Talawi Hilir, terlebih dahulu jenazah Almarhum di lepas dalam upacara secara kedinasan, di kantor Balaikota setempat, yang dipimpin langsung Wako Ali Yusuf, dihadiri Pimpinan DPRD Sawahlunto, Weldison dan Hasjonni serta sejumlah anggota DPRD lainnya, sejumlah kepala daerah tetangga seperti bupati Agam, bupati Tanah datar, Walikota Payakumbuh, mantan Wako Bukittinggi Ismed, Wakil bupati Solok, Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Nasrul Abit, serta ribuan PNS kota setempat.

Di sela pemakaman itu, Wako Ali Yusuf mengatakan bahwa kepiawaian Amran Nur dalam membangun kota ini, memang belum ada yang menandingi.

“Cita-cita menjadikan kota Sawahlunto yang sebelumnya hanya  dipandang sebelah mata oleh daerah lain menjadi kota tujuan wisata, telah terwujud, dan sekarang saya berusaha melanjutkan,” ujar Ali Yusuf.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno  yang turut hadir di rumah duka mengatakan, banyak hal yang patut ditiru dari sosok Amran Nur.

“Jiwa kepemimpinan memang tampak jelas dari kota yang dibangunnya. saya sebagai gubernur banyak belajar dari beliau, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang dicintai masyarakatnya dan membuat daerah yang dipimpinannya, jaya,” ujarnya.

Selain itu, imbuh IP, beliau sangat disiplin. ilmu dan isnpirasi banyak terlahir darinya. Jiwa yang bersungguh-sungguh, jika dia ingin sesuatu, bagaimana harus dapat terwujud, tidak bisa untuk mengeluh apalagi mundur.

“Buktinya adalah kota yang hampir mati ini bisa dibuat bangkit kembali, dan kini dikenal dengan kota wisata, yang patut jadi contoh pemimpin lain,” pungkasnya

Sumber Berita: warta-andalas.com