Foto by Kitanesia.co

Beritasumbar.com-Semenjak PSSI berdiri baru kali ini Tim yang mengusung Merah putih di pentas dunia mampu menjadi juara dunia. Tim U-15 mampu mengalahkan Swedia di final Ghotia cup yang di selenggarakan di negara Viking ini. Ghotia cup merupakan kejuaran dunia yang sudah di gelar semenjak 1975.

Ghotia cup merupakan kejuaran dunia junior usia 11 sampai 18 tahun.Pada tahun 2016 ini berkumpul 1709 tim dari 80 negara yang memainkan 4170 pertandingan di lebih dari 100 lapangan di Swedia ini.Peserta bisa berasal dari klub yang tergabung dalam asosiasi sepakbola yang berafiliasi ke FIFA atau tim yang berafiliasi dengan sekolah sepakbola (SSB).Setelah Indonesia terbebas dari sangsi FIFA 13 Mei 2016, sejumlah sekolah sepakbola membentuk tim, yang kemudian dengan dukungan beberapa sponsor berhasil menseleksi banyak pemain dan membentuk 6 tim di kelompok umur (KU ) 13,14,15 dan 16 tahun.Seperti dilansir kitanesia.co

Indonesia ASIOP (Akademi Sepakbola Intinusa Olah Prima) Apacinti adalah tim yang ikut di U-15. Sebelum bertarung di Gothenborg, tim milik Benny Soetrisno ini sudah bersiap dengan mengikuti liga Kompas di Indonesia dan melakukan ujicoba pertandingan di Oslo Norwegia.

Sabtu 23 July 2016 Gamla Ullevi Gothenborg stadiun legendaris Swedia menjadi saksi garuda Muda Indonesia yang di wakili tim Indonesian ASIOP menggulung tuan rumah Swedia muda 3-1.

Indonesia memulai dengan baik, bahkan saat pertandingan baru berjalan 4 menit, Firdas Hilmi mendapat peluang cantik namun tidak berhasil membuahkan gol, namun 4 menit kemudian lahirlah sebuah gol dari Indonesia yang dicetak Imam Zakiri saat memanfaatkan pantulan tendangan bebas. Kurang dari 4 menit babak pertama berakhir, gol kedua kembali tercipta dari tendangan Reyhan Syaviano, score berubah menjadi 2 – 0 untuk keunggulan Indonesia, dan bertahan sampai turun minum.

ULLEVI GÖTEBORG FINAL GOTHIA CUP 2016 BOYS 15 ASIOP APACITI - ELFSBORG JUBEL HOS INDONESIERNA FOTO TOMMY HOLL
ULLEVI GÖTEBORG FINAL GOTHIA CUP 2016 BOYS 15 ASIOP APACITI – ELFSBORG JUBEL HOS INDONESIERNA FOTO TOMMY HOLL

Tuan Rumah berjuang mati matian mengejar ketinggalan.Berbagai peluang yang di dapat tuan rumah tidak mampu menghasilkan gol. 4 menit babak kedua berjalan, Egy Maulana Vikri, sang top skor, kembali menjebol gawang pasukan peri 3 – 0. Luar biasa torehan kaki Vikri,26 gol dari 13 pertandingan beruntun!, lebih hebat dari Just Fontaine yang cetak 14 gol dalam 1 piala dunia 1954, lebih hebat dari Miroslav Klose, top skor piala dunia sepanjang masa dengan 16 gol, dan juga lebih hebat dari Jairzinho, yang “cuma” mencetak 7 gol dari setiap 7 pertandingan di piala dunia tahun 1970. Tidak salah akhirnya Egy Maulana Vikri, sang anak Medan terpilih sebagai the Most Valuable Player (MVP) di kejuaraan ini.

Tuan rumah hanya mampu membalas gol hiburan di menit 10 babak kedua lewat Alexandar Ceganjac. Tuan rumah harus mengakui kegagahan Indonesia, negara ke–20 yang menjuarai FIFA International Youth Cup. Tuan rumah harus melihat Indonesia mengangkat trophy FIFA pertamanya.(by kitanesia.co)