JAKARTA – Bekerjasama dengan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) serta Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia menggelar seminar tentang Bela Negara di hotel Grand Cempaka Jakarta, Jum’at (13/4)kemaren.

Dalam seminar yang diikuti oleh ratusan wartawan dan pengelola media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, IPJI dan Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen, dari 17 Provinsi, Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin yang menjadi pembicara utama dalam seminar tersebut, mengingatkan agar para wartawan dan pengelola media online yang tergabung dalam IMO-Indonesia, IPJI dan PWO Independen bisa menjadi kader bela negara yang militan.

Dalam seminar yang bertema “Bersinergi Tangkal Berita Hoax” itu, Hartind mengharapkan, agar IMO-Indonesia bisa melakukan swasensor untuk menangkal ancaman terhadap negara.  Salahsatu ancaman ini adalah melalui penyebaran paham radikal dan berita bohong (hoaks).

Asrin pun membeberkan sejumlah kata kunci terkait konsep bela negara. Bela negara adalah sikap dan perilaku yang dijiwai atas dasar rasa cinta Tanah Air.

Bela negara dilakukan untuk mengupayakan agar warga negara memiliki nasionalisme tinggi dan cinta Indonesia. Dengan dasar rasa cinta Tanah Air, Asrin percaya penyebaran paham radikal dan hoaks di internet bisa ditangkal.

Mayjen TNI Hartind Asrin mengatakan bahwa Kemhan saat ini memiliki target untuk mencetak 100 juta kader bela negara.Hal ini dilakukan untuk menangkal ancaman terhadap negara salah satunya melalui penyebaran paham radikal dan berita bohong (hoaks) melalui internet.

“Kemhan melalui konsep bela negara hendak memerangi hoaks dan penyebaran paham radikal di internet,” ujarnya.Menurutnya, kalau wartawan dan pengelola media bisa melakukan swasensor terhadap berita yang berpotensi memecahbelah bangsa, maka itu sudah termasuk dari kegiatan bela negara. (imo)

- Advertisement -