foto by fb Pangeran Hardiansyah

Pariaman,Beritasumbar.com-Piaman Extreme Offroad di start Jumat 19/8 di pantai Gandoriah Pariaman. Olah raga mobil jeep yang cukup extreme ini di gelar selama tiga hari dari 19-21Agustus 2016.

Piaman Extreme Offroad
Piaman Extreme Offroad

Memasuki hari kedua pelaksanaan Piaman Extreme Offroad ini trouble di lapangan terjadi. H.Nof dari Solok Jip Clup yang turun di kelas extreme di atas 2500 cc dengan mengendarai FJ 40 dengan nomor lambung 089 trouble di scs 4. Jip jenis Hardtop yang di kendaraai H.Nofrimansyah terbakar saat tampil di spesial competition stage  4 tersebut.

Jeep FJ 40 yang di kendarai H.Nofrimasyah dengan navigator Rusdi saat melakoni SCS 4 terbakar. Percikan api muncul dari bagian belakang mobil. Kondisi di perparah oleh posisi tangki bahan bakar yang juga berada di bagian belakang jeep ini.

Ironisnya, panitia tak siap membantu di lokasi. tak ada marshal yang standby di arena SCS seperti yang di haruskan dalam setiap perlombaan oleh IOF. Bahkan peralatan racun api yang seharusnya disediakan panitia pun tak ada. Pertolongan justru dilakukan sesama offroader yang berada di dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP) seperti dilansir mobilinanews.com.

Yang membuat offroader tambah kecewa, seolah panitia ingin lepas tanggungjawab. Bahkan sampai keluar ungkapan yang menyatakan mobil peserta sudah tua, jelas saja terbakar. Padahal, sebelum event ada proses scrutineering (pemeriksaan kendaraan) yang wajib dilalui semua peserta. Kalau panitia menyatakan mobil itu lolos scrut, berarti siap untuk dipakai kompetisi.

Ketidak siapan panitia juga terlihat dari Petugas Medis yang tidak ada di lokasi. Event yang digelar Cover Production ini memang membuat banyak offroader protes. Panitia dituding tak profesional menggelar hajatan penuh tantangan ini.

Salah satu bentuk protes peserta yaitu panitia tidak fair. Terlihat dari sanksi pinalti yang diberikan di setiap SCS. Ada peserta yang seharusnya dikenakan pinalti dengan pengurangan poin karena ada kesalahaan, namun justru tidak dikenakan sanksi.

Kejadian ini tentunya harus mendapat perhatian serius dari Pengprov IOF (Pengurus Provinsi Indonesia Offroad Federation) Sumatera Barat. Setiap event harus mendapat pengawasan ketat dengan standar wajib yang harus dilakukan panitia penyelenggara.