Pekanbaru – Dua siswa Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, hanyut dan hilang di perairan sejak Sabtu (12/12), sementara hingga kini kedua korban belum ditemukan.

“Hingga sekarang petugas dan masyarakat setempat masih terus berusaha mencari kedua korban,” jelas Kapolres Meranti AKBP Pandra Arsyad kepada Antara di Pekanbaru, Minggu.

Dia menjelaskan kedua korban bernama Kasisa Putra (17) siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kecamatan Merbau dan Hardi Haryono siswa Madrasah Aliyah Teluk Belitung tersebut tercebur ke dalam laut saat kapal yang mereka tumpangi akan bersandar di Pelabuhan Baran Melintang, Pulau Merbau.

Menurut sejumlah saksi, kejadian berawal saat kedua korban bercanda dan dorong-dorongan di atas kapal.

Akibatnya keduanya lalu tercebur ke dalam laut dan langsung menghilang. Sementara itu, polisi yang dibantu nelayan setempat terus berusaha mencari keberadaan kedua korban namun hingga hari ini keberadaan keduanya belum ditemukan.

“Pencarian sempat dilakukan hingga malam, namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dilanjutkan pada Minggu pagi tadi. Namun belum juga ditemukan,” jelasnya.

“Sementara itu kita telah memperluas area pencarian dan berusaha semaksimal mungkin agar kedua korban segera ditemukan,” lanjutnya.

Kepulauan Meranti merupakan sebuah kabupaten yang dibentuk pada 2009 lalu dari pemekaran Kabupaten Bengkalis. Kabupaten tersebut terdiri dari belasan pulau dengan Pulau Tebing Tinggi sebagai pulau letak pusat pemerintahan.

Masyarakat setempat kerap menggunakan jalur laut dan kapal tradisional jenis Pompong (Kapal kayu bermesin) sebagai alternatif transportasi.

Dalam sepekan terakhir terjadi dua kecelakaan saat warga setempat menggunakan Kapal Pompong. Pada Kamis lalu (10/12) dua orang nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti hilang saat melaut di Perairan Desa Bungur Kecamatan Rangsang Pesisir.

“Kedua nelayan yang hilang tersebut bernama Agus berusia 48 tahun dan Wan Safarudin berusia 39 tahun,” jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

Dia mengatakan kedua nelayan yang menggunakan sebuah kapal tradisional yang biasa disebut Pompong itu diketahui hilang pada Kamis dinihari.

Saat ini Pompong tersebut telah ditarik menuju ke Pantai sementara petugas yang dibantu warga masih terus mencari keberadaan korban.

Guntur menjelaskan pada saat kejadian kondisi gelombang normal dengan ketinggian berkisar 0,5 meter hingga 0,75 meter. “Kita masih terus selidiki penyebab tenggelamnya kapal itu serta mencari kedua korban,” jelasnya.

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Kedua wilayah ini hanya dipisahkan oleh Selat Malaka. (Ant/Oleh Fazar Muhardi & Anggi Romadhoni)