Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Berlatih silat bukanlah untuk membanggakan diri apalagi untuk menjadi jagoan. Berlatih silat adalah menempa diri baik fisik dan mental untuk menjadi manusia yang berkahlak baik di tengah masyarakat,berbangsa dan bernegara. Silat di ranah Minang berlandaskan ajaran Agama. Sehingga setiap pesilat wajib taat akan aturan agama.

Juga saat Silat sudah seakan menjadi tamu di negeri sendiri. Olah raga beladiri Import yang semakin di gandrungi anak muda sekarang.

Hal ini di sampaikan H. Tarmizi Akbar yang lebih akrab di sapa Haji Kobar,Anggota Dewan guru Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia pada pembukaan TOT dan Diklat Sesumatera ke IX di Lembah Harau pada Minggu 24/12 kemaren.

Sementara Itu Deni Asra Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Berharap dengan adanya TOT dan Diklat ini bisa melahirkan pesilat pesilat tangguh yang berakhlak dan bermental tangguh dalam mengarungi kehidupan di tengah perubahan global saat ini. Deni Asra juga berharap dengan kegiatan silat ini bisa tetap lestari budaya Minangkabau. Bagaimanapun Minangkabau dan Silat sudah satu nyawa.

Kedepannya kita akan usahakan bantuan peralatan buat penunjang latihan bagi PPS SMI Limapuluh Kota ini,Ujar Tokoh Muda dari Mungka ini kepada BeritaSumbar.com di lokasi acara.Silat yang merupakan tradisi Minangkabau tidak boleh hilang di peredaran. Kita Harus lestarikan dan kembangan kedepan,ujar Deni Asra.

Sementara Amriyul Dt Karayiang asisten II Kota Payakumbuh yang hadir mewakili Walikota Payakumbuh berharap kedepan pencak silat ini bisa semakin diminati generasi muda,karena silat tidak hanya menempa fisik tapi juga mental dan akhlak. Dan untuk di Kotamadya Dt Karayiang ini menyatakan siap membantu kemajuan Perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia dalam berkegiatan.

- Advertisement -