Pariaman, beritasumbar.com,-Dalam rangka meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan petani, Kodim 0308/Pariaman bekerjasama dengan Dinas Pertanian kota Pariaman selenggarakan rapat koordinasi masalah Alsintan, Selasa (18/9) di Pariaman.
Alsintan, atau alat mesin pertanian adalah sebutan untuk semua alat dan mesin yang digunakan dalam usaha bidang pertanian.

Alsintan ini mutlak sangat dibutuhkan dalam pembangunan petani.Peran penerapan Alsintan dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Peningkatan teknologi tepat guna melalui alsintan ini sangat dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi pertanian.

Dandim 0308/Pariaman, Letkol Arm Heri Pujiyanto S.sos dalam rapat mengatakan, peran strategis mekanisasi pertanian melalui Alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, untuk pencapaiaan luas tambah tanam lebih maksimal dan pasca panen dengan cepat. Selain itu, proses akan lebih efisien karena kebutuhan ongkos akan lebih rendah dibandingkan dengan tradisional atau manual, baik untuk olahan lahan maupun untuk panen.

Katanya, Alsintan juga menekan kehilangan hasil dalam meningkatkan nilai tambah, misalnya penggunaan mesin perontok yang efektif akan dapat menurunkan kehilangan hasil. Kelebihan Alsintan ini juga perlu menuntut persyaratan kelengkapan dan kesiapan dan sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan pertanian itu sendiri.

Dia menjelaskan, peran pemerintah sebenarnya sudah cukup aktif dalam peningkatan peran alsintan ini. Bantuan alsintan kepada petani terdiri dari traktor, cultivator, pompa air dirasa cukup diberikan kepada kelompok tani. “Peran pemerintah sangat dibutuhkan sekali oleh para petani dikota Pariaman ini,” katanya. Tentu dengan ini, diharapkan kepada petani dan kelompok tani harus bisa merawat alsintan yang sudah dimiliki.

Dandim 0308/Pariaman menekan kepada para petani dan kelompok tani, mesin yang tidak dirawat cenderung akan lebih cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, maka rusak ringan ini akan menjadi rusak berat. “Selain itu, alsintan yang ada juga harus digunakan seoptimal mungkin, jangan sampai alsintan tidur dan tidak terpakai dan akhirnya rusak,” ulasnya. (bus)