STOCKHOLM, BeritaSumbar.com,– – Komite seni Budaya Nusantara (KSBN) menampilkan berbagai kearifan lokal Indonesia saat lawatan budaya ke Stockholm, Swedia, 27-28 Juli. Kegiatan mulai dari tari-tarian daerah, peragaan busana etnik, pameran, hingga demo jamu tradisional, itu tersaji dalam acara bertajuk Kampung Indonesia di Kungstradgarden.

Peragaan busana etnik karya desainer Menul Teguh Riyanti, SSn, M.Pd, menjadi pembuka acara dalam kegiatan budaya selama dua hari tersebut. Sementara tari Burung Enggang asal Kalimantan Timur yang dibawakan Menul dan Dr. Cama Juli Rianingrum, M.Si, mampu membuat acara di Stockholm menjadi lebih bergairah. Kedua penari tersebut merupakan staf pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti.

“Tari Burung Enggang adalah tarian tradisional dari Kalimantan Timur khususnya di Dayak Kenyah, dan tarian itu biasa dibawakan oleh para wanita suku Dayak,” ujar Cama, salah satu penari tari Burung Enggang dari KSBN.

Dia menambahkan, tari Burung Enggang tersebut dianggap sebagai tarian penghormatan terhadap para leluhur. Karena itu, tarian tersebut dibawakan para penari dengan penuh khidmat.

Tari-tarian lain yang juga disajikan di panggung Kungstradgarden di antaranya tari kusuma bangsa, cendrawasih, bedaya temanten, mojang priangan, dll. Termasuk juga penampilan musik.

Selain unjuk kebolehan di dunia catwalk dan tari pada event yang dibuka Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro, KSBN juga menampilkan kekayaan budaya lainnya dari Indonesia, yakni jamu. Presentasi mengenai produk tradisional bangsa Indonesia itu disampaikan ahli teknik kimia Universitas Indonesia, Ir. Dewi Tristantini, MT, Ph.D.

“Kami senang antuasme orang Swedia teradap jamu asal Indonesia bagus sekali. Mereka juga ingin beli jamu. Bahkan, banyak dari mereka yang juga ingin membeli tanam sambung nyawa,” ujar Dewi yang juga dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
Menurut Dewi, dia sebetulnya sangat ingin bisa menjual produk-produk tersebut ke masyarakat Swedia. Namun, pengurusan izinnya di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum selesai.

Ketua Umum KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji mengatakan, lawatan budaya ke Swedia itu merupakan bagian dari program kerja KSBN untuk membantu Pemerintah Indonesia mengenalkan dan mempromosikan kearifan lokal. Bahkan, kegiatan di Swedia itu merupakan lawatan budaya ketiga KSBN selama 2018. Sebelumnya, KSBN melakukan dua lawatan budaya ke Mesir, yakni pada April dan Mei lalu.

“Kami akan terus melakukan lawatan budaya keluar negeri demi mengenalkan dan memperkuat budaya nusantara di internasional,” ujar Hendardji.

Hendardji menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan lawatan budaya keluar negeri demi menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Dengan tampil di negeri orang, seni budaya lokal akan ikut terpromosikan. Dunia pun akan lebih mengenai seni budaya Indonesia yang beragam.

“Setelah lawatan ke Swedia, KSBN juga berencana kembali melakukan lawatan ke Mesir, September mendatang. Dan, itu merupakan lawatan ketiga ke negara itu dalam setahun ini. Untuk lawatan pertama diwakili Aceh, lawatan kedua campuran karena ada dari Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Jakarta. Sedangkan untuk yang ketiga akan diwakili tim Papua,” ujarnya.

Hendardji menegaskan, dengan menurunkan wakil dari Papua, masyarakat internasional, khususnya Mesir, akan lebih mengenai seni budaya dari provinsi di bagian Timur Indonesia itu. “Setelah itu, pada November nanti kami juga akan memberangkatkan tim kesenian ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,” ungkap mantan Komandan Puspom TNI AD tersebut. *

Caption foto:
1. Dua penari Indonesia, Menul Teguh Riyanti dan Cama Juli Rianingrum, menghentak publik Swedia lewat tari Burung Enggang asal Kalimantan Timur.
2. Para peragawati dan peragawan Indonesia menampilkan busana etnik saat sesi fashion show pada event Kampung Indonesia di Kungstradgarden, Stockholm, Swedia.
3. Ahli teknik kimia UI, Ir. Dewi Tristantini, MT, Ph.D (kanan) tengah mempresentasikan jamu Indonesia di depan publik Swedia.(*/IPJI)