Pariaman, beritasumbar.com ,-Pemerintahan Kota Pariaman sosialisasikan ketentuan Cukai Tahun Anggaran 2018 Kota Pariaman melalui BKD (Badan Keuangan Daerah) yang bekerjasama dengan Dirjen Balai Kepabean Bea dan Cukai Sumatera Barat Teluk Bayur di Gedung pertemuan Pondok Indah, Kota Pariaman, Kamis (12/7).

Sosialisasi ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari unsur pedagang,pengusaha rokok,kepemudaan,Karang taruna dan tokoh Masyarakat yang ada di Kota pariaman.

Cukai tembakau atau pajak rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan Negara yang telah ditetapkan pemerintah , ketentuan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 lebih lanjut diataur dalam Permenkeu nomor 222/PMK.07/2017 tentang pengunaanya.

Dana Bagi hasil Cukai tembakau tahun Anggaran 2018 di Kota Pariaman sebesar Rp.227.312.517,-yang diatur oleh Keputusan Gubernur Sumatera barat Nomor 903/1104/2017 tanggal 19 desember 2017 tentang perkiraan perkiraan dana bagi hasil Cukai hasil tembakau .

Yandrileza berharap kepada pemerintah pusat khususnya Kota Pariaman bagi hasil dana dana cukai hasil tembakau agar diprioritaskan juga bagi daerah pendristribusi rokok terutama dalam ghal pembagian harap Yan dalam pidatonya.

Kepala Dirjen Kepabean Bea dan Cukai Sumatera Barat di Teluk Bayur Hilman Satria segaligus narasumber dalam kesempatan sosialisasi tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan sinergisitas antara Badan Keuangan Daerah Kota Pariaman dengan Dirjen Pengawasan Bea dan Cukai Teluk Bayur.D

“Sebagaimana kita ketahui bahwa berdasarkan hasil survei terakhir dari UGM di tahun 2018 Sumbar merupakan salah satu tempat pemasaran rokok ilegal nomor 1 secara nasional,” ungkapnya.

Jadi pungkasnya, 17% dari rokok yang beredar di Sumetera Barat seperlimanya merupakan produk ilegal.

Lanjut Hilman ditahun 2018 semenjak Januari – sekarang sudah dilakukan 65 kali penindakan dan 5 kali dipariaman 13juta batang rokok yang sudah dittindak dengan potensi keuangan Negara yang terselamatkan sekitar 9M terbesar di Sumatera Barat termasuk Kota Pariaman.

Melalui sosialisasi ini kami minta kerjasamanya terhadap masyarakat dalam bentuk penindakan melalui informasi terkait rokok illegal serta pengedaran yang ada di Kota Pariaman.

“Oleh karena itulah karena merasa mempunyai tanggung jawab, maka kawan-kawan dari BKD dengan menggunakan dana bagi hasil cukai rokok diselenggarakanlah kegiatan sosialisasi cukai rokok ini kepada warga Kota Pariaman,” ujar Hilman.

Dengan harapan lanjutnya, setelah sosialisasi ini masyarakat dapat paham dengan pita cukai dan pengetahuan masyarakat semakin tinggi tentang peredaran rokok ilegal.

Mari kita tingkatkan kewaspadaan serta pemantauan terhadap bentuk kerugian Negara melalui pita cukai dan rokok illegal yang berdalih harga rokok murah dengan memehami karakter pisik rokok tersebut. (Syamsul).