Logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau biasa disebut Indonesia Stock Exchange (IDX). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

BERITASUMBAR.COM, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor pasar modal di Sumatra Barat bisa menembus angka 10.000 orang tahun ini, guna mempercepat pengembangan pasar modal di Tanah Air.

Tahun lalu, jumlah investor saham di daerah itu sudah menyentuh 7.567 orang, yang sebagian besar adalah mahasiswa.

Kepala BEI cabang Padang Reza Shadat Sahmeini menyebutkan target 10.000 investor itu bisa dicapai dengan mengoptimalkan galeri investasi yang sudah ada di sebagian besar perguruan tinggi di Sumatra Barat.

“Targetnya tembus 10.000 orang, terutama memang memaksimalkan yang di kampus, selain sosialisasi BEI ke masyarakat umum dan pegawai pemerintah,” katanya, Senin, 23 Januari 2017.

Dia mengatakan sosialisasi dan edukasi masih diprioritaskan di perguruan tinggi melalui pembukaan galeri investasi.

Saat ini, BEI sudah membuka galeri investasi di Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Putra Indonesia YPTK, Universitas Dharma Andalas, Politeknik Negeri Padang, dan IAIN Imam Bonjol Padang.

Selain itu, juga dibuka galeri serupa di IAIN Bukittinggi, IAIN Batusangkar, dan perguruan tinggi lainnya di Sumatra Barat.

Adapun, untuk transaksi ditargetkan bisa tumbuh 100% hingga mencapai rerata Rp376 miliar per bulan. Kenaikan itu dinilai realistis, karena transaksi tahun lalu bisa tumbuh hingga 112% hingga November 2016.“Tahun lalu rerata transaksi bulanan sekitar Rp188 miliar. Target kami tahun ini bisa meningkat sekitar 100 persen,” ujarnya.

Reza menjelaskan sepanjang tahun lalu dari sembilan anggota bursa yang beroperasi di daerah itu, nilai transaksi bulanan berkisar Rp188 miliar dengan peningkatan 112,84% sepanjang periode Januari-November 2016.

Kenaikan rerata transaksi itu juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor tahun lalu sebesar 28,34% dari 5.896 investor menjadi 7.567 investor per November. Lebih lanjut, dia merinci kenaikan transaksi secara drastis terjadi pada bulan Juni sebesar 158,65%.

Enam bulan sebelumnya kenaikan bervariasi, dimulai dengan pertumbuhan negatif pada Januari yakni minus 26,64%, lalu naik sebesar 12%, dan puncaknya naik tertinggi di bulan November sebesar 238,24%. Transaksi investor saham dengan KTP Sumbar hingga November sudah menyentuh Rp10,80 triliun dengan volume transaksi sebanyak 19,47 miliar lembar saham. (bisnis.com)