Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota memiliki tradisi unik dan menarik di setiap Hari Lebaran Idul Fitri. BAKAJANG tradisi itu mereka namakan. Yang mana masyarakat nagari ini tumpah ruah ke Batang Maek, Sungai yang mengalir didaerah ini.

Konon dahulu Bakajang ini berasal dari tradisi manjalang di nagari Gunuang Malintang pada saat Idul Fitri. Untuk Manjalang(menemui) Sanak saudara, handai tolan, niniak mamak salah satu transportasi adalah perahu.

Polling Kandidat Bupati Limapuluh Kota Di Pilkada 2020

Kajang merupakan sebutan masyarakat sekitar untuk perahu yang di gunakan sebagai transportasi, apalagi perahu dibikin seperti rumah untuk melindungi dari cuaca.

Seiring perkembangan zaman, tradisi jalang manjalang tidak lagi menggunakan perahu/sampan. Tapi sudah berganti kendaraan bermotor. Namun tradisi Bakajang tetap dilestarikan oleh masyarakat Gunuang Malintang dan dijadikan alek Nagari setiap tahun.

Sampan atau Kajang dibuat oleh 4 suku besar yang ada di Kanagarian Gunuang Malintang ini. Adapun keempat suku tersebut sebagai berikut:

1. Suku Domo Jorong Koto Lamo : Datuak Bandaro
2. Suku Melayu Jorong Batu Balah : Datuak Sati
3. Suku Pagar Cancang Jorong Boncah : Datuak Paduko Rajo
4. Suku Piliang Jorong Koto Masjid : Datuak Gindo Simarajo, kemudian Kajang yang selanjutnya,
5. Petinggi adat Nagari (Tungku Tigo Sajarangan) serta bundo kanduang dengan Pemerintah Kabupaten di Istano (surau / balai) Nagari Gunuag Malintang.

Bagi yang penasaran atau ingin melihat lansung alek “BAKAJANG” ini catat tanggalnya, Untuk Lebaran tahun ini alek Bakajang diadakan dari Tanggal 8 sampai 12 Juni 2019.(*)
Sumber foto: Winggacasperl