“Payakumbuh kota galamai
Kota biru itu juo
Aie nyo janiah ikannyo jinak
Itulah luak nan bungsu
Disinan aguang nan babunyi”

“Kok nan tuo usahlah lalai
Nan mudo usahlah lupo
Dicari kato nan jinak
Lah ado tampek mangadu
Lapor go id kato rang kini ”

Demikian sekelumit bait-bait pantun yang dibawakan pedendang saluang klasik Payakumbuh yang dibawakan dalam ajang Pemilihan Media Tradisional Terbaik tingkat Propinsi Sumatera Barat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Kamis (7/9/2017)

Kota Payakumbuh dalam ajang ini mengirimkan tim Saluang Klasik sebagai media penyampaian pesan pemerintah secara tradisional. Tim saluang klasik Payakumbuh yang terdiri atas dt.Saiful Hadi, sofyan selaku peniup saluang, karmila, ernawati, mayulis selaku pedendang membawakan secara apik mulai dari salung dendang singgalang dilanjutkan dengan pariaman panjang yang memuat pesan-pesan pemerintah, lalu dilajutkan dengan indang kayu tanam dan diakhiri dengan bercerai kasih.

Saluang klasik merupakan kesenian oral murni yang dipandang cocok untuk menyampaikan berita dan pesan-pesan bagi para penikmat seni tradisional di ranah minangkabau, pungkas Sofyan sebelum tampil pada pagi itu.

Elvi Jaya, Kadiskominfo Payakumbuh menyapaikan bahwa “Pesan yang disampaikan dalam tampilan Saluang Klasik ini bahwa tempat pengaduan masyarakat atas pelayanan pemerintah, baik itu urusan kependudukan, urusan kesehatan, urusan seni budaya, urusan insfrastruktur sudah tersedia secara online melalui situs website dengan alamat lapor.go.id serta bisa diakses melalui HP saja”.

“Aplikasi besutan Kemenpan RI ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduannya jika layanan pemerintah ada yang kurang baik”, jelas Ernita, kasie penyebar luasan informasi Diskominfo yang juga mendampingi tim Payakumbuh di ajang tersebut.