Limapuluh Kota,Beritasumbar.com–  Ekonomi yang mapan tidak menjadi standart utama untuk masuk di sebuah akademi militer. hal ini di Buktikan Vicky Rewandi bungsu dari empat bersaudara anak dari kuli industri rumah tangga di salah satu sudut nagari Limapuluh Kota.

Vicky sendiri adalah anak dari keluarga sederhana dan yatim, hidup dalam asuhan orang tua tunggal bernama Refnita (56) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian di sebuah industri rumah tangga yang memproduksi Rendang Telur di Jorong Kampuang Dalam. Ayahnya, almarhum Nedi Erman, meninggal tahun 2011.

Vicky Rewandi alumni SMA N 1 Limbanang tamatan 2015, putra Jorong Kampung Dalam, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, diterima mengikuti pendidikan militer sebagai taruna Akademi Militer (Akmil) tahun 2016 di Magelang, Jawa Tengah.

Diterimanya Vicky pun menjadi suatu yang luar biasa, karena pria kelahiran 7 Januari 1997 ini menjadi satu-satunya calon taruna dari daerah seleksi Sumatera Barat dan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang di terima. Dia adalah salah  satu dari orang-orang terpilih dari seluruh Indonesia yang telah berjuang mengalahkan ribuan pesaing lainnya untuk dapat diterima menjadi Taruna dan Taruni Akademi Militer.

Vicky Rewandi di tengah putra Limbanang Limapuluh Kota Yang lolos ke magelang mengikuti pendidikan Akademi militer
Vicky Rewandi di tengah putra Limbanang Limapuluh Kota Yang lolos ke magelang mengikuti pendidikan Akademi militer

Hal itu disampaikan Yusniwarti S.Sos (62), pemilik UKM Rendang Telur Amalia, tempat ibu Vicky sehari-hari bekerja, kepada awak media saat dikomfirmasi di Kampung Dalam, Selasa (27/7/2016) siang.

“Vicky lolos setelah mengikuti berbagai seleksi, mulai dari seleksi Pantukhir Daerah (Panda) tingkat Sumatera Barat, Panda tingkat Sumbagut di Kodam I/Bukit Barisan Medan, dan Panda di tingkat Pusat di Secapa AD Bandung,” ungkapnya.

Sebelum mengikuti sidang Pantukhir, Vicky bersama para calon taruna/taruni lainnya mengikuti rangkaian kegiatan test yang telah diselenggarakan dari berbagai tingkat. Test di antaranya meliputi pemeriksaan administrasi, test kesehatan, kesemaptaan jasmani, mental ideologi, psikologi dan tes kesehatan kedua.

Setelah diterima, selanjutnya Vicky akan mengikuti pendidikan dasar selama 4 tahun bersama 213 taruna/taruni lainnya yang lolos seleksi di Akademi Militer Magelang.

Bagi keluarga Vicky, khusunya ibunya, Refnita, diterimanya Vicky mengikuti pendidikan militer di Akmil Magelang adalah suatu karunia yang sangat luar biasa diberikan Allah SWT kepada mereka.

“Alhamdulillah, ini suatu rahmat dan karunia yang diberikan Allah Swt kepada Vicky. Kami sangat bersyukur. Semua itu tidak terlepas dari usaha Vicky yang terus melakukan berbagai upaya untuk belajar. Dia rajin membekali dirinya dalam setahun ini. Termasuk dengan mengikuti latihan beladiri, kursus bahasa Inggeris. Hal yang lebih membanggakan, dia rajin beribadah dan berdoa,” tukuk Refnita dengan raut wajah sumringah bercampur haru dan bangga.

Seperti diketahui, Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat di Kota Magelang, Jawa Tengah. Akmil mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Pendidikan Akmil ditempuh dalam 4 tahun. Tamatan Taruna/Taruni Akmil berhak menyandang predikat sebagai Sarjana Terapan Pertahanan (.S.ST.Han) dan pangkat militer Letnan Dua(Letda). Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai Negara.