Solok – Amir Zargari menguasai etape Tour de Singkarak (TdS) 2015 dari Padang Pariaman menuju Solok, Minggu, setelah menjadi yang tercepat dan membukukan catatan waktu 3 jam 27 menit 22 detik setelah menempuh jarak 140 km.

Pebalap Pishgaman Giant Team Iran itu cukup perkasa dilintasan yang baru pertama kali digunakan untuk kejuaraan kategori 2.2 yang sudah masuk kalender UCI ini. Bahkan, juara TdS 2014 unggul satu detik dengan teman satu timnya yaitu Arvin Moazami Goudarzi.

Untuk posisi tiga direbut oleh pebalap Jepang yang memperkuat Bridgestone Anchor Cycling Team, Sho Hatsuyama. Pebalap dengan nomor start 34 itu tertinggal 10 detik dibelakang Amir Zargari.

Keperkasaan tim asal Iran itu sangat terlihat pada etape ini. Betapa tidak dari 10 besar pebalap yang masuk finis pertama ada lima pebalap asal Pishgaman Giant Team. Ini menunjukkan kesolitas tim yang juga juara bertahan kejuaraan yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata.

“Etape ini cukup bagus. Untuk masalah hasil, semuanya adalah kerja sama tim. Kami semua mampu bermain solid hingga finis,” kata Amir Zargari usai perlombaan.

Terkait dengan asap yang ada disepanjang etape dua, Amir Zargari mengaku tidak masalah. Apalagi, asap cukup tebal hanya sekitar 10 km menjelang finis.?

Sepanjang etape dua, persaingan terjadi sejak awal karena ada beberapa titik sprint yang harus dilalui. Berdasarkan hasil resmi yang dikeluarkan panitia, pebalap yang mampu menjadi yang tercepat pada titik sprint ini adalah Hossien Askari dari Pishgaman Giant Team.

Dengan mampu menjadi yang tercepat pada titik sprin, Hossein Askari mendapatkan poin lima dan berhak menggunakan green jersey dan berhak digunakan untuk etape berikutnya dari Sijunjung menuju Dharmasraya.

Sementara itu pebalap yang sukses merebut Polkadot jersey atau raja tanjakan dietape kedua ini adalah Sho Hatsyumaya yang memperkuat Bridgestone Anchor Cycling Jepang. Pebalap dengan nomor start 34 ini perkasa dalam mencapai titik KOM di daerah Panorama itu. (Ant/Oleh Bayu Kuncahyo)