“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh Pemuda” – Tan Malaka.


Jakarta – Penangkapan sejumlah aktivis kampus pada aksi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi, jumat (20/10) disayangkan oleh Mantan Aktivis Kampus BEM Jakarta Raya, Rifki Payobadar. Aksi tersebut sejatinya menjadi wujud idealisme Pemuda Negeri ini dan bentuk kontrol sosial terhadap pemangku kebijakan yang ada dalam ruang berdemokrasi. Hal ini dirusak dengan perilaku negara dan aparatnya yang represif terhadap generasi emas bangsa ini.

Dalam releas Forum Alumni Politeknik Jakarta (d.h. Politeknik Univ Indonesia) Peduli Demokrasi, Para Mantan Aktivis Kampus tersebut mengecam tindakan represif aparat terhadap adik-adik mahasiswa yang sedang melakukan aksi.

Apapun alasannya, tindakan represif aparat terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi masyarakat, bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan, bahkan perlu dikecam dan diperingatkan.

Kabar duka tengah menyesakkan hati Kami manakala adik-adik mahasiswa yang notabenenya adalah generasi emas masa depan Bangsa diperlakukan tidak adil oleh aparat penegak hukum.

Dipukuli, diinjak, ditahan paksa hanya karena menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah.

Sungguh ironi yang demikian itu telah menciderai semangat reformasi yang dulu sama-sama kita perjuangkan.

Penahanan 14 mahasiswa dari aliansi BEM SI, yang berujung penetapan 4 orang sebagai tersangka telah membuat luka sejarah baru bagi negara yang menjunjung tinggi hukum dan demokrasi.

Oleh karena itu sebagai alumni dari kampus yang selalu menjadi motor pergerakan mahasiswa di Ibukota. Kami tergerak untuk menyuarakan solidaritas bagi adik-adik Kami yang tengah mengalami kezaliman hukum.

Dengan ini, Forum Komunikasi Alumni PNJ – Poltek UI Peduli Demokrasi menyatakan :

  1. Mengecam keras tindakan represif aparat terhadap gerakan mahasiswa.
  2. Agar Kepolisian segera menghentikan kriminalisasi aktifis mahasiswa dan Menuntut pembebasan mahasiswa yang ditahan.
  3. Agar Pemerintah menegakkan jaminan keadilan atas hukum bagi setiap warga negara tanpa pandang bulu.
  4. Mengajak seluruh civitas akademika dan alumni PNJ-Poltek UI untuk menyuarakan kecaman yang sama.

Kami yang turut menyatakan :

• Andy Setya Utama (TM, Ketua BEM PNJ 2017)
• Fikri Azmi (TGP, Ketua BEM PNJ 2016)
• Malvin Pradipta Irianto (TS, Ketua BEM PNJ 2015)
• Erwin Djamalludin (TE, Ketua BEM PNJ 2014)
• Ardy Suryo (TM, Ketua BEM PNJ 2013)
• Agus Budiyanto (AK, Ketua BEM PNJ 2012)
• Dadan Gandara (AK, Ketua BEM 2011)
• Dian Rusdiyanto (TE, Ketua BEM PNJ 2010)
• Gempar Dwi Pambudi (TM, Ketua BEM PNJ 2009
• Sulaeman Saleh (TGP, Sekum BEM PNJ 2009, Pengajar)
• Syahrul Hudaya (TM, Ketua MPM PNJ 2009, Sekjend FKMPI 2008)
• Alif Kurniawan (TE, Sekum BEM PNJ 2008)
• R. Roro Dwi Handayani BPM 1994 dd 1996
• Fajar Cahya Nugroho, sekum Fikri 1999
• Kuat sumanto (Kabid Litbang Fikri 99, TG 98)
• Parasto Purwo Handoko (Sekum BPM 99, TM 98)
• Eri Surya Kusuma Ka BPM 92
• Jaenal Abidin (BPM 94 sd 96, TM 93)
• Revli (Ketua MPM 2000/Sekjen FKMPI 2000/Ak 98)
• Mughi HM (Ketua BEM 2000
• Rakhmansyah Ketua BEM 2001/Sekjend FKMPI 2001
• Tomy Hidayat MPM 2000.TE 98
• Ami Amrullah Ka BEM 2005 sd 2006
• Ahmad Nurrachmat Ka Dept Sospol BEM 2005 sd 2006
• Rifki Payobadar (Sekum HMS 2006/ TS 2005)
• Yayat Supriatna Ketum MPM 07-08
• Aditya Akbar Ketum MPM 08-09
• Joko Pitoyo HME 2001 / TE 99
• Robiansyah HME 2000 / TE 98
• Rais Ketum HMJA 2000 / AK 98
• Tomy Hidayat MPM 2000 / TE 98
• Trisni BPM 1999 / AK 97
• Muhamad Saleh ( Ketua BEM PNJ 2006)
• Fitri Istiantoro ( Sekum BEM PNJ 2006)
• Gilang Egamesana ( kadiv Nasional Sospol BEM PNJ 2006)
• Rizky Andri Rahman (TE, Litbang BEM PNJ 2007)
• Zakirman (TE, Ketum HME 2002)
• Achmad Zulkarnaen (TM, ketua MPM PNJ 2011, Sekjend FKMPI 2011)
• Angga Bagus Asrianto (TM, Ketua MPM PNJ 2012)
• Zanky Afif (TM, Ketua MPM PNJ 2013)
• Muhammad Luthfi (AN, Ketua MPM PNJ 2014)
• Randy Himawan (AK, Ketua MPM PNJ 2015)
• Iman mustafa ka bem 2002
• Irfan Niawan (TS, Sekum MPM 2004, Sekjend FKMPI 2004)

CP Forum Komunikasi Alumni : Dian Sapta Priambogo (085716607939)