Adib Alfikri (kiri) dan Khairul Ikwan (kanan) salam komando dengan Walikota Padang, Mahyeldi yang juga kader PKS.

PADANG – Tokoh muda Kuranji, Adib Alfikri membantah terjadinya persaingan dirinya dengan sang kakak Khairul Ikwan untuk maju di pilkada Padang. Menurut Adib, baik dirinya maupun Khairul Ikwan hingga saat ini masih kompak dan tidak ada permasalahan.

“Kami masih kompak. Bahkan, kami sering bertemu berdiskusi apa saja terutama terkait organisasi,” kata Adib yang juga Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang pada berbagai kesempatan.

Adib menjelaskan, apabila orang membicarakan sosialisai dirinya dan Khairul dianggap untuk kepenting pilkada 2018 itu adalah hal yang wajar. Menurutnya, apapun kegiatan seorang tokoh pasti dikaitkan dengan pilkada. Padahal, kata Adib, Khairul Ikwan melakukan sosialisasi dalam rangka membentuk organisasi.

“Dalam keluarga, kami berempat termasuk uda Irwan Prayitno adalah orang-orang yang suka berorganisasi. Nah, Khairul Ikwan bersosialisasi untuk kepentingan organisasi,’ sebut Adib.

Adib juga mempertanyakan sikap orang-orang yang mengklaim telah terjadi persaingan antara dirinya dan Khairul Ikwan. Dijelaskannya, jika memang dia dan Khairul akan maju di pilkada nanti, apa salah? Menurutnya dalam era demokrasi sekarang ini setiap warga negara memiliki hak dipilih dan memilih.

“Kalau kami berdua memang bersaing di pilkada, nanti kan siapa yang elektabilitasnya lebih tinggi akan diusung. Jadi, saya pikir tidak ada masalah,” tegasnya.

Persoalan persaingan Adib Alfikri dengan kakaknya Khairul Ikwan dimulai dari sosialisasi yang dilakukan keduanya menjelang pilkada Padang. Sebagian warga Padang menyebut, dimunculkan kedua nama adik Gubernur Irwan Payitno tersebut untuk melanjutkan trah IP. Bahkan, isu persaingan kedua nama tersebut sudah viral di media sosial. (go sumbar)