Pertamina baru mampu menyalurkan 9.519  tabung gas  3 Kg dan  regulator SNI  untuk Kota Payakumbuh dari 21.536 unit yang direncanakan. Berdasarkan data konsultan  Kementerian ESDM ke Payakumbuh,  September lalu,  9. 519 unit  tabung gas 3 Kg itu akan disalurkan kepada 9.519 KK pada tiga Kecamatan. Masing-masing  Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dan Kecamatan Payakumbuh Selatan. Sisanya sebanyak 12.017 unit lagi, untuk Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh  Timur, direncanakan sampai ke Payakumbuh awal 2014 mendatang.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, di Payakumbuh, Minggu (3/11), menginformasikan program konversi minyak tanah ke LPG Tabung 3 Kg, di Payakumbuh harus berjalan lebih sukses.  Di kota ini, dikatakan, sudah ada dua SPPBE yang akan mensuplay kebutuhan gas buat Kota/Kabupaten di Wilayah I Sumatera Barat. Karena itu, tak ada alasan  program konversi minyak tanah ke gas tak berjalan lancar, katanya.

Sekdako Payakumbuh Benni Warlis dan Kabag Perekonomian Julpiter yang dihubungi terpisah, mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan konsultan Kementerian ESDM, Pertamina, SPBBE, Camat dan Kepala Kelurahan, mengatur pendistribusian tabung gas 3 Kg. Tabung disalurkan  kepada keluarga kurang mampu, dengan penghasilan di bawah Rp. 1,5 juta/bulan.

Berdasarkan data konsultan Kementerian ESDM, Kecamatan Payakumbuh Utara akan menerima  5.605 unit tabung gas 3 Kg, Kecamatan Payakumbuh Selatan kebagian 1.996 unit, dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori memperoleh 1.918 unit. Nama-nama penerima tabung gas tersebut sudah harus  diterima Pertamina Wilayah Sumbar 13 November mendatang. Untuk selanjutnya, Pertamina akan mendistribusikan tabung gas itu kesetiap kelurahan.

Menurut Jupiter, pihaknya bersama Camat dan Kepala Kelurahan, akan meminimalisir penyaluran tabung gas program konversi minyak tanah ini berjalan lancar, tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat.  Karena itu, hasil pendataan yang dilakukan konsultan Kementerian ESDM tersebut akan dikoordinasikan dengan kepala kelurahan setempat, sehingga tak ada warga yang berhak menerima bantuan tabung gas ini yang tak kebagian, ungkapnya.