Sebanyak 20 pedagang kuliner malam  yang tergabung dalam APKL (Asosiasi Pedagang Kaki Lima) Payakumbuh,  masing-masing menerima satu unit gerobak  senilai 5,7 juta dari Dinas Koperasi Industri Perdagangan  (Koperindag) Sumatera Barat melalui Dinas Koperindag Payakumbuh.

Bantuan gerobak total nilai lebih kurang Rp120 juta itu, diserahkan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, dalam acara di pelataran parkir Pusat Pertokoan Blok Barat di Jalan Sukarno-Hatta Payakumbuh, Senin (10/11).

Gerobak yang terbuat dari almunium itu diterimakan secara simbolis dari walikota kepada Linda, perwakilan pedagang. Ikut menghadiri penyerahan gerobak ini, Kadis Koperindag  Dahler dan Kadis Perhubungan dan Kominfo Adrian serta Ketua Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKL) H. Nusyirwan.

Dalam sambutannya Wako Riza Falepi mengapresiasi dan berterima kasih atas hibah bantuan 20 unit gerobak ini. Wako berharap dengan diterimanya bantuan hibah ini, omset pedagang APKL dapat terus meningkat. Dengan begitu ekonomi masyarakat khususnya pedagang penerima hibah dapat terangkat ketaraf yang lebih baik.

Bantuan gerobak ini menurut wako Riza juga akan membuat aneka jajanan yang ditawarkan pedagang APKL Kota Payakumbuh lebih menarik dan representatif dalam menggelar jajanannya. Tak lupa, Wako juga berpesan kepada para pedagang agar dapat menggunakan gerobak hibah ini dengan seoptimal mungkin serta merawatnya dengan baik.

Sementara itu Kadis Koperindag Propinsi Sumbar diwakili Kabid Perdagangan Dalam Negeri Zaimar, SE. M.Sc menginformasikan bahwa hibah gerobak senilai 120 juta rupiah ini dimaksudkan sebagai salah satu program gubernur dalam mengentaskan kemiskinan di Sumatera Barat. Dikatakan Zaimar, PKL di Sumbar dari data masih banyak tergolong miskin. Senada dengan Wako, Zaimar juga berpesan gerobak bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Wakil Ketua dan pendiri APKL Payakumbuh Nasrul Kenong, mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan meningkatkan eksistensi anggota APKL. Menurutnya, proposal yang diajukan APKL ke pihak provinsi direncanakan buat 40 PKL. Tapi, baru mampu direalisir sebanyak 20 gerobak. Untuk itu, terhadap anggota APKL  yang belum  memperolehnya, diminta bersabar.

“Percayalah, pengurus APKL akan terus memperjuangkan meningkatkan kesejahteraan anggota,” kata Nasrul Kenong sambil mengucapkan terimakasih kepada Koperindag Sumbar dan Koperindag atau Pemko Payakumbuh.

Nasrul Kenong juga mengaku, akan menertibkan keanggotaan APKL yang tidak tertib administrasi dan berjualan.  Menurutnya, terhadap anggota yang tak aktif berjualan di lokasi yang telah ditetapkan, akan dipanggil dan dibina. “Jika yang bersangkutan tak aktif lagi berjualan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam penertiban PKL itu,” tegasnya.

Nama-nama pedagang kuliner yang mendapat bantuan gerobak  tersebut, Lukman, pedagang bika panggang, Jumirin (mie pangsit), Mai Indra (aia aka), Linda (kue putu), Eman Syafri (martabak manis), Efnil (gorengan), Meri (aia aka), Ros (bika panggang), Ernawati (nasi goreng), Donal Oktaria (roti bakar), Soleh (goreng molen), Erman (aia aka), Edi (aia aka), Hen (bandrek), Syafrijon (tahu Sumedang), Irdawati (pecal lele), Zulkifli (sate), Tugimin (mie tek-tek), Husdik Rini (bandrek) dan Tasori (goreng molen).

loading...